Nasional

Kasus Bensin Oplosan Pertamina, Warga Antre Isi BBM Swasta

Kamis, 27 Februari 2025 | 09:00 WIB

Kasus Bensin Oplosan Pertamina, Warga Antre Isi BBM Swasta

Antrean pembelian bensin di pom swasta. (Foto: NU Online/Haekal)

Jakarta, NU Online

Perhatian masyarakat tengah tertuju atas permasalahan bensin dari PT Pertamina Patra Niaga. Pasalnya, Riva Siahan, direktur utama, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena korupsi bensin oplosan Pertalite jadi Pertamax.


NU Online berinisiatif melihat keadaan lapangan yang sebenarnya. Dimulai dari bensin swasta merk Shell di Salemba, Jakarta Pusat. Di sana terlihat antrean yang tidak lazim seperti biasanya, sebanyak tiga baris, kejadian itu terjadi pada pukul 19.00 WIB.


Seorang petugas SPBU yang mengisikan bensin dari pewarta NU Online mengungkapkan, fenomena warga beralih ke Shell baru terjadi pada dua hari ini.


"Iya nih, mas. Kami jadi lebih sibuk daripada biasanya. Kami juga bakal buka selama 24 jam," katanya.


Bahkan, seorang Kasir Shell Rio Pradibto saat ini Shell sampai dipenuhi tiga baris antrean, kejadian itu pun dia akui sangat jarang terjadi.


"Iya, Pak. Kami jadi agak sibuk hari ini (karena silih berganti konsumen membayar di kasir)," ujarnya sambil memasukkan nomor hp member yang nantinya menjadi poin sehingga dapat ditukarkan hadiah menarik.


NU Online juga bertanya kepada seorang bapak yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia yang menggunakan motor Supra X lama itu mengaku telah berpindah ke Shell akibat merasa kecewa atas Pertamina yang telah kecolongan dan dioplos.


"Walau motor saya model lama, dulu pakenya Pertamax, Mas. Tapi sekarang Shell aja, harganya juga beda tipis," katanya sambil mengantri dan ditemani sang istri.


Konsumen lain, Rian, mengungkapkan bahwa dirinya berharap adanya perbaikan di Pertamina. Mau bagaimana pun, pengguna motor Aerox hitam itu menyayangkan korupsi yang terjadi sehingga konsumen banyak yang beralih.


"Saya sebenarnya pengguna Shell dan Pertamina secara bergantian, biasanya isi di sini (Shell Salemba) tidak ramai, eh malah antre gini. Pasti akibat korupsi itu," katanya sambil tersenyum dan melanjutkan antrean.


Tak hanya itu, NU Online memperhatikan banyak pemotor yang terlihat menguras tangki bensinnya, mereka juga ada yang mengganti oli dan, servis-servis ringan lainnya. 


Pada pukul 20.30, NU Online kembali melakukan pemantauan di sepanjang jalan dari Pasar Senen, Jakarta Pusat, sampai Jalan Raya Cakung, Jakarta Timur. 


Setibanya di Shell Cempaka Putih, Jakarta Pusat, juga terlihat antrean yang cukup panjang antara pengguna motor dan mobil terjadi pada pukul 21.00. Antrean juga terlihat di tempat servis-servis kendaraan yang agak berkurang karena sudah malam.


Tak jauh, NU Online juga melihat ke BBM BP di Kelapa Gading, Jakarta Utara pukul 21.10. Nampak di sana tidak ada antrean yang berbeda setelah terjadinya kasus korupsi. Di sana hanya ada beberapa antara motor dan mobil. 


Selama perjalanan yang dilakukan NU Online pada pukul 20.30-21.30, dijumpai setidaknya lima SPBU Pertamina; satu di Pulo Gadung, dua di Cempaka Putih, satu di Kayu Putih, dan satu di Cakung arah ke Buaran. Terpantau masih ada antrean pengguna Pertalite, berbanding agak terbalik dengan antrean Pertamax yang cenderung sepi.


Namun, daerah seperti Cakung dan Pulogadung yang notabenenya jauh dari Shell, masih terjadi penumpukan seperti biasanya.