Nasional

Kemenhaj Sebut Perempuan Petugas Haji Capai 30 Persen Lebih

Kamis, 15 Januari 2026 | 14:00 WIB

Kemenhaj Sebut Perempuan Petugas Haji Capai 30 Persen Lebih

Perempuan petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: MCH 2026)

Jakarta, NU Online

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperbanyak jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari kalangan perempuan untuk penyelenggaraan musim haji 1447 H/ 2026 M.


Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Ia menegaskan bahwa konsep ini bukan sekadar tagline belaka, melainkan akan diwujudkan dalam berbagai bentuk konkret.


"... meng-introduce salah satu hal baru, haji ramah perempuan. Dan itu bukan sekadar tagline saja, kita wujudkan dalam pertama, penambahan jumlah petugas haji perempuan, penambahan petugas pembimbing ibadah haji perempuan," ujar menteri yang akrab disapa Gus Irfan.


Menurut Gus Irfan, salah satu wujud nyata dari tagline ini adalah peningkatan drastis jumlah petugas haji perempuan. Dari total sekitar 1.500 PPIH, sebanyak 531 di antaranya adalah perempuan—atau mencapai lebih dari 30 persen dari keseluruhan petugas.


"Untuk petugas haji perempuan kita tingkatkan 531, berarti sekarang sudah 30 persen lebih," tambahnya.


Peningkatan ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah haji perempuan. Sebagaimana diketahui, 221.000 jamaah akan mulai diberangkatkan pada tanggal 22 April 2026.


Pelatihan fisik dan mental intensif

Para calon petugas PPIH perempuan, sebagaimana rekan mereka yang laki-laki, menjalani pelatihan fisik yang cukup intensif selama tiga minggu, mulai 10 hingga 30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede.


Rutinitas harian mereka dimulai selepas salat Subuh, sekitar pukul 05.00 WIB, dengan olahraga pagi di lapangan. Setelah sarapan, mereka mengikuti latihan baris-berbaris untuk membentuk kedisiplinan dan kekompakan.


Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Suviyanto menjelaskan bahwa penguatan fisik dan mental menjadi poin krusial dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M.


"Petugas harus kuat fisiknya, tangguh mentalnya, dan lapang hatinya. Karena yang kita hadapi adalah manusia dengan berbagai karakter dan kondisi," ujar Suviyanto saat memberikan pembekalan kepada calon petugas haji, Senin (13/1/2026) sebagaimana diberitakan web Kementerian Haji dan Umrah.


Dalam rangka memberikan penguatan fisik dan mental, para calon petugas haji menerima materi dan praktik baris-berbaris dari instruktur TNI/Polri. Program ini dirancang khusus untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, profesionalisme, dan kesiapan dalam melayani jamaah haji.


Suviyanto menegaskan bahwa petugas haji dituntut memiliki stamina prima, daya tahan emosi yang kuat, serta kemampuan mengelola stres di tengah dinamika lapangan yang kompleks di Tanah Suci.