Nasional

KPAI Minta Pemerintah Sediakan Sekolah Darurat di NTB

Senin, 30 Juli 2018 | 09:30 WIB

Jakarta, NU Online
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah menyediakan sekolah darurat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, sebagian sekolah di kawasan itu rusak akibat gempa.

"Kami meminta pemerintah memenuhi hak pendidikan anak-anak korban gempa," kata Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat Susianah Affandi melalui rilis yang diterima NU Online, Senin (30/7). 

Menurut Susi, dengan menyediakan sekolah darurat bagi anak-anak korban gempa, maka hak-hak pendidikannya tetap terpenuhi. 

Ia mengatakan, selama ini pemerintah belum mampu menyediakan sekolah darurat bagi anak-anak korban bencana alam. Padahal pemerintah mempunyai payung hukum untuk mengatur pedoman teknis, yakni Surat Edaran Mendikbud Nomor 70a/2010 serta Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 tahun 2012 tentang penerapan Sekolah Aman Bencana harus dapat diimplementasikan di lapangan.

"Selama ini penyediaan Sekolah Darurat dan Sekolah Aman Bencana masih dalam tataran sosialisasi dan sharing informasi, belum pada penerapan teknis di lapangan," kata Susi.

Selain itu, pelaksanaan sekolah darurat juga tertuang dalam pasal 32 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Permendikbud Nomor 72 tahun 2013 tentang Pendidikan Layanan Khusus yang di dalamnya mengatur penyelenggaraan Sekolah Darurat. 

Gempa yang banyak menimbulkan korban jiwa tersebut juga dinilai menyebabkan trauma para korban, khususnya anak-anak, sehingga perlu ada penanganan dari pemerintah dengan mengadakan kegiatan trauma healing dan psiko sosial.

"Pemerintah harus mengadakan trauma healing dan psiko sosial secara merata di semua pos pengungsian," jelasnya. 

Untuk terlaksananya hal tersebut, pihaknya mengaku akan terus melakukan pengawasan agar pendidikan yang menjadi hak-hak anak korban dapat terpenuhi. 

Seperti diberitakan, pada Ahad (29/7), gempa berkekuatan 6,4 SR terjadi di sebagian wilayah NTB, seperti di Lombok Timur, Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua dan beberapa wilayah di Bali. Sampai berita ini ditulis, Gempa bumi tersebut menewaskan 17 orang. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)


Terkait