Nasional

LAZISNU PWNU Aceh Buka Donasi Kitab untuk Dayah Korban Banjir

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:30 WIB

LAZISNU PWNU Aceh Buka Donasi Kitab untuk Dayah Korban Banjir

Penyerahan donasi kitab untuk dayah-dayah di Aceh. (Foto: istimewa)

Banda Aceh, NU Online

Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Aceh membuka donasi kitab untuk membantu dayah-dayah korban banjir di sejumlah wilayah Aceh. Program tersebut dilakukan menyusul masih banyaknya pesantren yang kehilangan kitab belajar santri akibat banjir besar yang melanda beberapa kabupaten beberapa waktu lalu.


Ketua LAZISNU PWNU Aceh Tgk Akmal Abzal mengatakan bantuan kitab menjadi kebutuhan mendesak karena banyak santri hingga kini masih kesulitan mendapatkan kembali kitab pelajaran mereka.


“Banyak kitab yang rusak dan hanyut saat banjir. Padahal kitab merupakan sarana utama belajar santri di dayah. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut membantu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka,” ujar Tgk Akmal Abzal pada Selasa (12/5/2026).


Menurutnya, gerakan donasi kitab tersebut merupakan bagian dari kepedulian Nahdlatul Ulama Aceh terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren tradisional di tengah kondisi pascabencana.


Ia menyebutkan, hingga saat ini PWNU Aceh bersama LAZISNU telah menyalurkan sekitar 1.125 kitab kepada 26 pesantren di enam kabupaten, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.


Namun jumlah tersebut dinilai masih sangat terbatas dibandingkan banyaknya dayah terdampak banjir di Aceh.


“Dayah yang terdampak sebenarnya mencapai ratusan. Bantuan yang sudah tersalurkan mungkin belum sampai 10 persen dari total kebutuhan keseluruhan,” katanya.


Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali menambahkan bahwa gerakan bantuan kitab tersebut lahir dari aspirasi para pimpinan dayah yang berharap para santri tetap dapat belajar secara normal meskipun sedang menghadapi dampak bencana.


“Pesantren jangan sampai berhenti melahirkan generasi berilmu hanya karena musibah. Kehadiran kita ingin memastikan tradisi pendidikan dayah tetap berjalan,” ujar Lem Faisal, sapaan akrabnya.


Ia menjelaskan, kitab yang disalurkan mencakup berbagai tingkatan pembelajaran, mulai kitab dasar seperti Jurumiyah, Awamil, dan Bina wal Asas, hingga kitab tingkat lanjutan seperti Alfiyah, Hasyiah I’anathut Thalibin, As-Sulam, serta berbagai kitab fiqih, tauhid, dan nahwu lainnya yang umum dipelajari di dayah salafiyah.


Selain bantuan kitab, NU Aceh sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan sembako, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat korban banjir di sejumlah daerah terdampak.


Lem Faisal berharap semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi membantu kebutuhan pendidikan santri di pesantren terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan santri merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan umat dan keberlangsungan tradisi keilmuan Islam di Aceh.


Sementara itu, LAZISNU PWNU Aceh terus membuka donasi kitab maupun bantuan pendidikan lainnya untuk para santri korban banjir. Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menyalurkan bantuan melalui rekening resmi LAZISNU PWNU Aceh di Bank Aceh dengan nomor rekening 013022444444444 atas nama LAZISNU PWNU Aceh, serta rekening Bank Muamalat nomor 2410043059 atas nama LAZISNU PWNU Aceh Infaq. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Tgk Samhudi di nomor 0823 6322 6865.


“Harapan kita para santri tetap semangat belajar dan terus menjaga tradisi keilmuan di pesantren meskipun sedang menghadapi musibah. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi semua yang ikut membantu,” tutupnya.