Nasional

LPBINU Salurkan 300 Paket Family Kit untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Utara

Selasa, 30 Desember 2025 | 10:00 WIB

LPBINU Salurkan 300 Paket Family Kit untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Utara

Penyaluran bantuan family kit bagi penyintas banjir Sumatra di Aceh Utara. (Foto: LPBINU)

Jakarta, NU Online

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Tim NU Peduli menyalurkan 300 paket family kit kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut berupa panci, penggorengan, beras, minyak, sarden, dan kecap yang disalurkan pada Senin (29/12/2025) di sejumlah wilayah terdampak, yakni Putu Tukai, Tanjung Dalam Selatan, dan Ingin Sejahtera.


“Untuk bantuan yang kita berikan sama mereka, kita masuk ke, kita koordinasi ke Kepala Dusunnya. Bantuan ini diserahkan langsung kepada Kepala Dusun dan warga yang terdampak, sebagai bentuk kepedulian NU terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujar Anwar Sani, Pengurus LPBI PBNU kepada NU Online, Senin (29/12/2025).


Ia mengungkapkan bahwa proses penyaluran bantuan tidak berjalan mudah. Kondisi lingkungan yang masih dipenuhi lumpur dan hujan yang terus mengguyur menjadi tantangan tersendiri.


“Kalau udah hujan-hujan gitu, ya becek jadinya. Karena lumpur-lumpur masih, di jalan-jalan itu masih banyak gitu, belum bisa ditanganin sama pemerintah, gitu. Apalagi lumpuran di rumah gitu masih tebal,” ungkapnya.


Anwar menambahkan, kondisi akses menuju lokasi terdampak yang cukup sulit. Perjalanan dari Kota Lhokseumawe menuju Aceh Utara memakan waktu sekitar dua jam dalam kondisi hujan dan jalanan becek.


“Akses jalannya juga memang sempit, cuman ada satu jalur mobil. Banyak mobil yang hanyut, rusak, kerendam banjir di sepanjang jalan menuju Aceh Utara. Itu agak menyulitkan untuk akses mobil besar yang kita bawa,” jelasnya.


Ia menceritakan bahwa di sana, banyak rumah warga yang rumahnya hanyut, hancur, atau tidak lagi dapat ditempati akibat bencana. “Untuk keluarga di sini, rumahnya ada hanyut, ada hancur, sudah tidak ada, mereka sekarang sedang bangun-bangun menggunakan tenda dari pemerintah,” ujarnya.


Selain tinggal di tenda, ia menjelaskan bahwa sebagian warga juga mengungsi di sejumlah titik penampungan darurat seperti masjid dan sekolah. Bahkan, rumah-rumah warga yang tidak terdampak turut dijadikan tempat penampungan sementara.


Saat ini, warga masih melakukan kerja bakti untuk membersihkan rumah masing-masing, sementara lumpur di jalan, selokan, dan pekarangan masih belum tertangani secara optimal.


“Sekarang mereka lagi kerja bakti untuk yang mereka bersihkan itu untuk di rumah-rumah sih. Selebihnya di perkarangan, di jalan, di selokan, di got-got itu masih banyak lumpur,” ujarnya.


Anwar menyampaikan bahwa kedatangan Tim NU Peduli mendapatkan respons positif dari warga terdampak.


“Kalau kesan-kesan yang warga sampaikan ya, mereka sangat terima kasih dan bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat. Barang-barang tersebut sangat dibutuhkan sekali karana mereka aksesnya terbatas gitu. Pasar belum ada aktif, pasar-pasar yang terdekat di lingkuan mereka ya di kalangan itu belum ada aktif,” ucapnya.


Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak. “Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat, dan warga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini, kerja kemanusiaan ini harus dilakukan bersama-sama, bahu membahu untuk dapat meringankan beban warga yang terdampak,” ujarnya.


Anwar menegaskan, Tim NU Peduli bersama LPBINU berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang terdampak bencana.


“NU Peduli dan LPBINU berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah dan membutuhkan bantuan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu mereka kembali bangkit,” tuturnya.


============


Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut https://filantropi.nu.or.id/solidaritasnu