Nasional

Mukernas 2026, MUI Dorong Peran Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:00 WIB

Mukernas 2026, MUI Dorong Peran Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Ketua MUI Sudarnoto Abdul Hakim saat menyampaikan keterangan kepada awak media dalam Mukernas MUI di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, pada Kamis (12/2/2026). (Foto: NU Online/Ella)

Jakarta, NU Online

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaedi menyampaikan bahwa MUI tidak dapat berdiam diri menghadapi dinamika borderless society dan berbagai persoalan nasional, regional, hingga internasional, termasuk isu Palestina.


Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) MUI yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Ruang Puri Agung, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (12/2/2026).


“Di antara masukan dan saran yang perlu disampaikan, antara lain border society. Kita tidak bisa berdiam diri melihat fakta kenyataan di lapangan terkait masalah nasional, regional, dan internasional," ujarnya.


Muhyiddin menilai boorderles society, menuntut MUI berperan aktif dalam isu global, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.


“Dalam kesempatan Mukernas ini, tiba saatnya bukan hanya untuk beretorika tetapi kita tunjukkan here we are for Gaza, Palestine," ungkapnya dengan penuh semangat.


Muhyiddin mengharapkan, Mukernas kali ini membawa MUI bersinergi dengan pemerintah Indonesia yang memegang otoritas tertinggi, untuk tak melupakan dan tetap berkomitmen dengan segala kemampuan yang dimiliki terhadap masa depan Palestina.


“Masalah internasional yang tidak boleh dilupakan yaitu masa depan Palestina. Kita juga tahu diantara negara pendukung terkuat terhadap Palestina ialah Indonesia. Mudah-mudahan kita tetap memegang komitmen itu, memperjuangkannya dengan segala kemampuan," ujarnya


Dalam kesempatan yang sama, Muhyiddin menegaskan terkait Board of Peace (BoP) ikut arahan pemerintah, yang merupakan misi perdamaian, berorientasi pada stabilitas dan kemanusiaan. Ia menyampaikan sinergi antar MUI dengan pemerintah sebagai pemilik otoritas tertinggi, agar tetap menjalankan kewajiban negara dalam mengambil sikap.


Ia mengakui adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait BoP, sehingga perlu ditekankan dan diperkuat melalui Mukernas agar dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap sejalan seperti tujuan awal.


“Saya pikir ini perlu diperkuat dalam Mukernas, walau sebelumnya ada perbedaan di kalangan masyarakat tentang Board of Peace. Tapi, misi kita tidak akan kendor dan melempem untuk mewujudkan Palestina merdeka," imbuhnya.


Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi MUI ke depan tidak sederhana. Hal tersebut menjadi salah satu latar pelaksanaan Mukernas.


“Mukernas tahun ini, alhamdulilah saya melihatnya sudah hampir 75 persen yang masuk dalam ruangan ini, mudah-mudahan Mukernas ini bisa menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia tentunya," ujarnya.


Ia menyampaikan bahwa sudah menyiapkan materi dan pembahasan yang diharapkan dapat diterima oleh seluruh peserta. Sebanyak 278 peserta hadir dalam Mukernas, mulai dari wakil dewan pimpinan hingga organisasi masyarakat (ormas) Islam. Membahas dua agenda utama yakni Komisi Organisasi dan Komisi Program Kerja.


Abdul Hakim yang juga Ketua Panitia Mukernas MUI 2026 menambahkan, setelah Mukernas selesai, MUI perlu menggelar pertemuan khusus antara Dewan Pimpinan MUI Pusat dan MUI Provinsi untuk membahas tindak lanjut hasil Mukernas.


Kontributor: Nisfatul Laila