PBNU Instruksikan Qunut Nazilah Respons Agresi Israel-AS ke Iran
Senin, 2 Maret 2026 | 06:00 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan surat instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdliyin untuk melaksanakan pembacaan Qunut Nazilah dalam setiap shalat fardhu. Kebijakan ini diambil menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas imbas agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Nomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 tertanggal 11 Ramadhan 1447 H atau 1 Maret 2026 M. Surat ditujukan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMINU, serta takmir masjid dan mushala di lingkungan NU.
Dalam surat tersebut, PBNU menginstruksikan agar Qunut Nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap shalat fardhu, termasuk Shalat Jumat.
PBNU juga menetapkan ketentuan teknis pelaksanaannya.
- Qunut Nazilah tidak didahului doa qunut yang biasa dibaca pada Shalat Subuh.
- Khusus dalam Shalat Subuh, Qunut Nazilah dibaca setelah doa qunut Subuh.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk kepedulian umat Islam Indonesia terhadap situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Melalui Qunut Nazilah, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak serta menghadirkan perdamaian dan keadilan.
Surat instruksi tersebut ditandatangani oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf.
PBNU berharap masjid, mushala, dan pesantren di bawah naungan NU dapat serentak menghidupkan Qunut Nazilah sebagai respons spiritual atas situasi global yang memprihatinkan.
Selain sebagai doa, instruksi ini menjadi pengingat bahwa solidaritas umat tidak hanya diwujudkan melalui sikap politik dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui kekuatan doa bersama.