Nasional

PBNU Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan yang Banyak Korbankan Sipil

Selasa, 19 Mei 2026 | 20:45 WIB

PBNU Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan yang Banyak Korbankan Sipil

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla menyoroti serangan Israel terhadap Lebanon Selatan yang berlangsung sejak 2 Maret 2026. Menurutnya, tindakan Israel merupakan bentuk kebrutalan karena tidak hanya menyerang Gaza, Palestina.


“Di Lebanon Selatan, Israel melakukan serangan brutal terhadap warga sipil dengan alasan melakukan pengejaran terhadap kelompok Hezbollah. Tetapi yang jelas, Israel melakukan serangan yang banyak menimbulkan korban di kalangan sipil,” katanya kepada NU Online di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).


Gus Ulil mengatakan serangan tersebut telah menewaskan hampir 3.000 orang dan memaksa sekitar 1,6 juta warga mengungsi. Selain itu, tindakan Israel juga dinilai melanggar kedaulatan Lebanon sebagai negara berdaulat.


“Jumlahnya cukup besar sekali. Dan dengan serangan itu, Israel melanggar teritori negara yang berdaulat, yaitu Lebanon,” jelasnya.


PBNU, lanjut Gus Ulil, mengutuk berbagai tindakan brutal yang dilakukan Israel, termasuk operasi militer yang masih berlangsung terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.


“Kita mengutuk tindakan-tindakan brutal Israel ini, termasuk kebrutalan yang masih terus dilakukan oleh IDF atau Angkatan Bersenjata Israel terhadap warga Palestina,” tegasnya.


Menurut Gus Ulil, meskipun perang Gaza secara formal telah berakhir setelah adanya perjanjian damai yang diupayakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sharm El Sheikh, Mesir, tindakan kekerasan oleh Israel Defense Forces (IDF) masih terus terjadi hingga saat ini.


“Tetapi tindakan-tindakan brutal oleh Israel Defense Forces atau Angkatan Bersenjata Israel sampai sekarang masih berlangsung di Gaza dan juga di Tepi Barat,” terangnya.


Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon atau Lebanon National News Agency (NNA) melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di kawasan perbukitan Rayhan, wilayah Jezzine, pada Selasa (19/5/2026) pagi.


Selain serangan udara, artileri Israel juga dilaporkan menggempur kawasan Arid Dbine di Distrik Marjayoun.


“Pada malam sebelumnya, pesawat Israel juga menyerang kota Kfara, pinggiran Kfardounine menuju Deir Kifa, serta sebuah rumah di jalan utama Kfara di Distrik Bint Jbeil,” tulis laporan NNA.


NNA juga melaporkan bahwa Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan jumlah korban akibat agresi yang berlangsung sejak 2 Maret hingga 18 Mei telah mencapai 3.020 orang tewas dan 9.273 lainnya luka-luka.