PBNU Terima Kunjungan IAIS Malaysia, Bahas Kondisi Geopolitik dan Kerja Sama Umat Islam
Jumat, 3 April 2026 | 13:00 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan dari International Institute of Advanced Islamic Studies Malaysia di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2026). (Foto: NU Online/Suwitno).
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Ketua Eksekutif International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia Syed Azman Syed Ahmad Nawawi, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (3/4/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Syed Azman menyampaikan bahwa kedatangannya bertujuan untuk mendapatkan pandangan dari para kiai NU terkait kondisi geopolitik dunia saat ini.
“Saya datang ke sini untuk mendapat pandangan dari Pak Kiai kita dari NU, satu organisasi yang besar. Kita mengambil pandangan, mendengar nasihat tentang perkembangan-perkembangan semasa, khususnya geopolitik dunia yang berkocak sekarang ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembahasan tersebut secara khusus menyoroti situasi dunia Islam, termasuk konflik Iran dengan Amerika dan Israel. Menurutnya, para kiai memberikan banyak nasihat serta pandangan yang tepat terkait dinamika geopolitik global.
“Di antaranya kita melihat bagaimana kita mencari jalan penyelesaian, bukan dalam bentuk emosional, tetapi dalam bentuk yang praktis, bukan saja untuk Indonesia dan Malaysia, tetapi seluruh umat di seluruh dunia ini. Ini yang penting, bukan berbentuk emosional, tetapi penyelesaian terbaik yang perlu dicari jalannya,” lanjutnya.
Ia juga berharap situasi global saat ini dapat mendorong penyatuan dan kerja sama antarlembaga besar, seperti Nahdlatul Ulama dan organisasi di Malaysia, guna mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi negara-negara umat Islam.
“Situasi global ini memerlukan penyatuan dan juga kerja sama di antara organisasi-organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan juga organisasi di Malaysia untuk bekerja sama dengan lebih akrab dan rapat, untuk melihat penyelesaian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara umat Islam, insyaallah,” katanya.
Lebih lanjut, Syed Azman menjelaskan bahwa krisis energi yang terjadi juga berdampak pada Malaysia. Namun, pemerintah setempat berupaya mengambil langkah-langkah positif untuk menjaga stabilitas dan kepentingan rakyat.
“Ya, memang terkesan. Bukan Malaysia saja, seluruh dunia terkesan. Tapi kita mengambil langkah-langkah yang positif untuk menjamin kestabilan dan juga kepentingan, yang penting kepentingan rakyat Malaysia itu sendiri, insyaallah,” terangnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kunjungan ini juga bertujuan untuk membangun kerja sama antara IAIS Malaysia dan PBNU ke depan.
“Insyaallah, mudah-mudahan akan ada satu konferensi di Kuala Lumpur ataupun di Jakarta, yang diterajui oleh Nahdlatul Ulama dan juga teman-teman dari Malaysia, insyaallah taala,” ungkapnya.