Nasional

Pemerintah Instruksikan Penanganan Korban dan Penyelidikan Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Kamis, 17 September 2026 | 17:00 WIB

Pemerintah Instruksikan Penanganan Korban dan Penyelidikan Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

Presiden Prabowo Subianto (tengah) dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (16/9/2026). (Foto: presiden.go.id)

Jakarta, NU Online

 

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan korban dan penyelidikan kecelakaan dilakukan secara menyeluruh terhadap Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026 lalu.

 

Ia menegaskan, Kementerian Perhubungan untuk mengoordinasikan langkah-langkah penanganan selanjutnya bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), sekaligus memastikan hak-hak keluarga korban dipenuhi dengan sebaik-baiknya.

 

“Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut,” katanya dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, (16/9/2026).

 

Dalam rapat tersebut, Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i melaporkan kecelakaan itu menimpa KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal itu membawa 243 penumpang dan 89 kendaraan.

 

Ia mengungkapkan, kapal berangkat pada 13 September 2026 dan sekitar pukul 01.00 menghadapi cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang.

 

“Satu jam berikutnya dilaporkan kondisi kapal mengalami kemiringan berat, dan dalam satu jam berikutnya kapal sudah tidak bisa berkomunikasi. Pada pukul 04.10 Badan SAR Nasional mengaktifkan operasi SAR dan melalui Basarnas Command Center,” katanya di hadapan Presiden.

 

Dalam penanganan awal, Basarnas mengerahkan unsur laut dan udara menuju lokasi kecelakaan. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi dan berhasil menyelamatkan 108 orang serta mengevakuasi enam korban meninggal dunia.

 

“Kami sampaikan mulai dari kapal MT Mauhau, kapal TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal Nelayan Sri Asih, telah berhasil mengevakuasi korban dengan jumlah 108 kondisi selamat dan 6 kondisi meninggal. Jadi total korban yang terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban,” tuturnya.

 

Memasuki hari keempat operasi SAR, Kepala Basarnas menyampaikan bahwa pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan mengerahkan unsur udara dan laut. Basarnas juga menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi bawah air dengan dukungan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

 

“Hari ini, memasuki hari keempat, operasi kami tetap melaksanakan, baik itu dari unsur udara, kemudian unsur laut, dan kami menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi sub underwater, di mana untuk unsur kapalnya sendiri, kami didukung oleh KRI yang memiliki kemampuan untuk underwater yaitu Pushidros, yaitu KRI Canopus," katanya.

 

"Kemudian dari tiga tim, kami kerahkan, yang pertama dari satu tim, dari Basarnas special group, kemudian dua tim dari TNI Angkatan Laut, yaitu dari pasukan katak ​​​​​​dan penyelam khusus,” terangnya.