Nasional

Perkuat Pesantrenku Aman, PBNU Luncurkan Buku Standar Pesantren dan Platform Konsultasi Infrastruktur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Perkuat Pesantrenku Aman, PBNU Luncurkan Buku Standar Pesantren dan Platform Konsultasi Infrastruktur

Penyerahan Buku Standar Pesantren Indonesia oleh Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026). (Foto: TVNU/Junaedi)

Bandung, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkuat Gerakan Nasional Pesantrenku Aman melalui peluncuran buku standar pesantren dan kerja sama layanan konsultasi infrastruktur. Ikhtiar tersebut dilakukan dalam Roadshow ke-25 Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).


Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan pesantren merupakan jantung Nahdlatul Ulama karena organisasi tersebut lahir dari tradisi dan kehidupan pesantren.


“Pusat dari segala urusan NU adalah pesantren karena memang intinya NU ada di pesantren,” katanya.


Gus Yahya mengatakan pesantren juga menjadi wujud tanggung jawab para kiai dalam mengemban amanah orang tua dan wali santri untuk mendidik anak-anak mereka. Karena itu, menurutnya, pengembangan sarana dan prasarana pesantren diperlukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para santri selama menempuh pendidikan.


“Mudah-mudahan ikhtiar PBNU ini menjadi ikhtiar yang diridai Allah, bermanfaat dan membawa maslahat, dan barokah bagi kita semua,” ujarnya.


Dorong Pesantren Relevan dengan Perkembangan Zaman

Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Hodri Ariev mengatakan pelaksanaan roadshow tersebut dilatarbelakangi keprihatinan mendalam terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman.


Menurutnya, berbagai kasus kekerasan di pesantren tidak semata-mata persoalan angka, tetapi menyangkut kehidupan dan masa depan manusia. Karena itu, RMI PBNU menyusun sejumlah program untuk mendorong pesantren beradaptasi dengan perkembangan zaman.


“Kita dituntut melahirkan lulusan santri relevan dengan kebutuhan umat sesuai dinamika mutakhir,” katanya.


Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, RMI PBNU bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU meluncurkan Buku Standar Pesantren Indonesia dan Buku Pelatihan Perlindungan Anak dan Kekerasan di Pesantren.


Peluncuran buku tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk membantu pesantren memperkuat tata kelola sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi santri.


PBNU Gandeng Inkindo

Dalam kesempatan yang sama, PBNU menandatangani kerja sama dengan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) untuk memberikan layanan konsultasi terkait pembangunan dan penataan infrastruktur pesantren.


Kerja sama tersebut diarahkan agar pesantren memiliki tata ruang dan bangunan yang tidak hanya kuat dan kokoh, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan bagi para santri.


Ketua Umum Inkindo Eri Heriyadi mengatakan pihaknya siap membantu PBNU dalam merancang pembangunan pesantren berdasarkan standar yang baik, kuat, dan kokoh.


Selain konsultasi infrastruktur, Inkindo juga membuka peluang bagi para santri untuk mendapatkan pengalaman melalui program kerja praktik di dunia kerja.


Penanggung Jawab Saka Pesantren H Ulun Nuha mengatakan gerakan tersebut dilatarbelakangi berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam keamanan santri. RMI PBNU, kata dia, hadir untuk mendampingi pesantren melakukan transformasi, mulai dari sistem kepengasuhan hingga aspek keamanan dan kenyamanan santri.


“Mari kita kerahkan kekuatan semaksimal mungkin. Ikut kena getahnya,” kata Sekretaris RMI PBNU itu.


Ia juga mengajak para santri menerapkan prinsip STOP, yakni Sadari Batas, Tolak Kekerasan, Obrolkan jika Melihat Kekerasan, dan Pastikan Lapor kepada Orang Dewasa yang Dipercaya.


“Kita yang punya kewajiban syariat untuk menjaga tubuh kita. Kita harus taat hormat. Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan,” katanya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq, Mustasyar PWNU Jawa Barat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ma'arif Bandung KH Sofyan Yahya, serta sejumlah pengasuh dan pengurus pesantren.