Halal Bihalal, Alumni MALNU Akan Saling Bantu Dakwah Aswaja
Sabtu, 16 Juli 2016 | 02:01 WIB
Perguruan Islam Math'laul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) pusat Menes, Pandeglang, Banten menggelar Halal Bihalal sekaligus Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Alumni MALNU (HILMAN).
Mubes Malnu yang berlangsung di Perguruan Islam Math'laul Anwar Linahdlatil Ulama Pusat pada tanggal 12-13 Juli 2016 yang bertepatan dengan 8-9 syawal 1437 H tersebut dibuka dan diresmikan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki.
Dalam sambutannya Ruki berpesan kepada seluruh peserta Mubes Hilman se-Indonesia untuk mengamalkan segala ilmu yang telah diperoleh selama belajar di MALNU karena segala sesuatunya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
Ruki mengingatkan agar para alumni MALNU berperan untuk kemajuan negara Indonesia, serta menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin sesuai dengan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jama'ah.
Menurut Ketua Panitia Mubes Hilman H Saiful Bahri, tujuan besar dari Mubes MALNU adalah mempererat tali silaturahim antaralumni, dan menyalurkan kemampuan dan potensi alumni untuk kemajuan almamater yang tersebar di seluruh Indonesia.
MALNU, tambah dia, telah banyak mencetak ulama atau ustadz yang siap berdakwah dan berkhidmat di dunia pendidikan. Banyak alumni yang memiliki pondok pesantren atau menjadi pengusaha, politisi dan lain sebagainya. Hal tersebut perlu dibuat wadah alumni untuk saling bertukar informasi dan wadah kekeluargaan untuk saling membantu keberlangsungan dakwah Islam Aswaja.
"Kita ketahui alumni MALNU banyak yang punya lembaga pendidikan, paling Kecil kayak TPQ. Dengan adanya pertemuan ini kan bisa saling silaturahim dan saling ngasih info untuk kemajuan lembaga pendidikannya. Apalagi alumni ada juga yang jadi pengusaha, politisi dan lain sebagainya. Nah, profesi-profesi seperti itu kan bisa digunakan untuk saling membantu satu sama lain," jelasnya.
Dalam Mubes ini, Ahmad Syatibi terpilih sebagai Ketua Pengurus Pusat (PP) Hilman periode 2016-2018. Setelah terpilih ia menyebutkan bahwa agenda terdekat yang harus dilakukan adalah meninventarisir alumni-alumni yang betul-betul konsen dalam bidang dakwah dan pendidikan.
"Kita akan sesegera mungkin mendata para alumni yang punya sekolah dan pondok karena cikal-bakal tersebarnya Islam Aswaja itu ya dari pondok-pondok kayak kami ini yang disebut kaum sarungan," pungkasnya. (Ervi Ma’ani/Abdullah Alawi)