Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf menyatakan, Ansor tidak akan mengirimkan anggotanya ke Ambalat, menyusul terjadinya krisis di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini.
”Ansor siap berangkat. Tapi saya percaya tentara kita lebih siap,” katanya usai pelaksanaan resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-75 GP Ansor di GOR Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, Ahad (7/6).<>
Sebelumnya dikabarkan beberapa elemen muda NU siap berangkat ke Ambalat karena pemerintah dinilai tidak tegas dalam menyelesaikan kasus di daerah perbatasan ini.
Menurut Saiful, Ansor sebenarnya perihatin dan tersinggung dengan ulah Malaysia di wilayah Ambalat. Namun krisis Ambalat perlu diselesaikan dengan koridor diplomasi yang baik.
”Apalagi kita punya hubungan ekonomi dengan Malaysia. Banyak juga tenaga kerja kita yang bekreja di sana. Yang kita inginkan adalah hubungan sebagai saudara tetap baik tanpa harus memindahkan patok (batas negara red),” katanya.
Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan sambutan dalam resepsi Harlah ke-75 GP Ansor itu menyatakan, Ansor telah berjasa besar dalam mengawal Pancasila yang berketuhanan.
Dikatakannya, Ansor tidak hanya menjadi benteng bagi ulama, tetapi juga benteng bagi bangsa. ”Ansor selalu konsisten mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata SBY. (nam)