Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bersama Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia di bawah naungan NU kembali akan memberikan bantuan buku untuk mengembangkan perpustakaan pesantren.
Tahun lalu sekitar 25 pesantren terpilih seluruh Indonesia telah mendapatkan bantuan buku perpustakaan lebih dari 250 judul buku dan kitab, masing-masing 2 eksemplar. Tahun ini bantuan akan ditingkatkan. Pihak PNRI dan RMI juga akan mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan untuk pesantren yang menerima bantuan.<>
Demikian dalam pertemuan antara Pimpinan Pusat RMI dan PNRI di Gedung Perpustakaan Nasional Salemba Jakarta, akhir pekan lalu. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PP RMI KH Mahmud Ali Zain Ketua PP RMI, Wakil Sekretaris PP RMI H M. Sulthan Fatoni, Sekretaris Utama PNRI Dra Sri Sularsih, Kabag Humas dan Hukum PNRI Imam Nurhadi, Staf Ahli DPR RI Komisi X H Asrorun Niam Sholeh dan beberapa staf Perpustakaan Nasional.
Ketua PP RMI, KH Mahmud Ali Zain mengharapkan upaya PNRI untuk meningkatkan mutu perpustakaan pesantren juga menjadi agenda Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama. “Pesantren memang butuh gedung, tapi buku lebih diperlukan,” katapengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan itu.
Merespon harapan Ketua PP RMI, Sekretaris Utama PN RI Dra Sri Sularsih mengatakan, kerjasama tidak hanya berbentuk bantuan buku perpustakaan pesantren tapi juga pelatihan pengelolaan perpustakaan. Diharapkan di pesantren bermunculan para pustakawan yang mampu mengelola perpustakaannya dengan baik, katanya
Dalam kesempatan itu pihak RMI meminta ikut dilibatkan dalam menyeleksi buku-buku yang akan disumbangkan ke pesantren, dan pihak PNRI menyepakatinya. ”Jangan sampai ada buku-buku Islam fundamentalis yang masuk ke pesantren,” kata Wakil Sekretaris PP RMI H M. Sulthan Fatoni. (nam)