Meski secara organisatoris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) tidak diperkenankan mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf menyatakan, dirinya tidak membantah jika dikatakan mendukung calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang.
”Kalau anda menanyakan apakah saya mendukung SBY ya saya tidak bisa membantah itu, silakan ditafsirkan sendiri,” katanya kepada wartawan usai pelaksanaan resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-75 GP Ansor di GOR Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, Ahad (7/6).<>
Menurutnya, beberapa program pemerintahan yang dijalankan SBY masih perlu dilanjutkan. ”SBY masih punya beberapa PR (pekerjaan rumah, red). Yang dilakukan SBY perlu dilanjutkan,” katanya.
Dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur itu, undangan kepada SBY dalam resepsi Harlah itu adalah sebagai bentuk hubungan baik dengan Ansor. ”Ini (kedatangan SBY, red) meneguhkan hubungan baik SBY dengan Ansor,” katanya.
Ditanya apakah dirinya akan memberikan instruksi kepada kader Ansor untuk memenangkan SBY dalam Pilpres 8 Juli mendatang, Saiful menyatakan, anggotanya akan bergerak tanpa harus diperintah. ”Kalau begini ini tanpa intsuksi pun Ansor sudah jalan. Pesan kan bisa secara simbolik,” katanya diplomatis.
Resepsi Harlah ke-75 GP Ansor itu dihadiri sekitar 3.500 kader Ansor dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan perwakilan pengurus wilayah GP Ansor se-Indonesia.
Selain SBY acara itu juga dihadiri para menteri kabinet SBY, antara lain Menkominfo M. Nuh, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Yusuf, dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. (nam)