Warta

Sistem Keuangan Islam Makin Populer

Ahad, 25 Mei 2008 | 21:13 WIB

Medan, NU Online
Sistem keuangan Islam semakin populer dan diminati negara non-Islam karena terbukti memberikan keadilan. Demikian dikatakan Dekan Fakultas Takaful International Centre for Education In Islamic Finance, (INCEIF) Malaysia, Prof Datuk DR Syed Othman Al Habshi di Medan, Ahad (25/5).

"Kepopuleran dan minat yang tinggi kepada sistem ekonomi atau keuangan Islam itu ditandai dengan tumbuh  suburnya lembaga keuangan yang menggunakan sistem syariah dan termasuk tingginya minat mempelajari ekonomi Islam itu sendiri," katanya.<>

Menurut Othman, sistem syariah yang berkembang selama ini lebih  banyak diterapkan bank-bank asing dan mendapat respon positif nasabah non-muslim. INCEIF sendiri, kata dia, mulai dibanjiri mahasiswa asal negara non-Islam dari Amerika Serikat, Jepang, Korea, Hong Kong, dan  Rusia yang bertujuan untuk mempelajari ekonomi/keuangan Islam.

Bahkan INCEIF diminta bekerjasama dengan berbagai univeristas di berbagai negara untuk membuka kelas untuk program itu dan kerjasama itu sudah dilakukan termasuk di Universitas Airlangga Surabaya,   Universitas Hasanuddin, Makasar, dan Universitas Indonesia, Jakarta menyusul Universitas Sumatera Utara (USU) yang sudah melakukan MoU.

"Prinsip ekonomi Islam sudah sejajar dan bahkan lebih berkembang cepat dari prinsip konvensional dan kini menjadi alternatif  utama di lembaga keuangan," katanya.

Sistem keuangan Islam diperkirakan akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan baru di bidang perekonomian dunia. Dia memberi contoh, Sukuk yang dijadikan cara untuk mengumpulkan modal juga sudah ditiru dan diterapkan di berbagai negara non-Islam seperti Jepang.

Sementara Dekan Fakultas Ekonomi USU, Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan, pihaknya akan mengimplementasikan MoU USU dan INCEIF itu dengan membuka kelas tersendiri bagi mahasiswa calon sarjana (S1), pascasarjana (S2) dan lainnya untuk program studi perekonomian/keuangan Islam. (kom/dar)


Terkait