Daerah

Alumnus UNU Surakarta Pimpin MWCNU Kunduran

NU Online  ·  Rabu, 20 Juni 2012 | 23:32 WIB

Blora, NU Online
Drs. Muhadi Said, M.Pd.I, yang juga alumnus pascasarjana Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Surakarta terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kunduran, Blora, Jawa Tengah. Dalam konferensi yang digelar pada Rabu (20/6) di aula MTs Al-Huda itu, dia mendapat dukungan 18 suara dari 22 ranting yang hadir. <>

Selain itu, peserta konferensi juga berhasil memilih Rois Syuriah, yakni KH Abdul Hamid. Duet KH Abdul Hamid-Muhadi Said dinyatakan sah memimpin NU Kunduran untuk periode lima tahun mendatang.

Selain menyepakati ketua tanfidziyah dan rois syuriah, peserta konferensi juga menetapkan tim formatur. Masing-masing rois syuriah dan ketua tanfidziyah demisioner, ketua tanfidziyah dan rois syuriyah yang baru, serta lima orang perwakilan dari lima ranting.

Lima ranting yang ditetapkan berhak mengirimkan anggota tim formatur, yaitu Ranting Kunduran, Ranting Klokah, Ranting Tawangrejo, Ranting Sempu dan Ranting Kedungwaru. Tim formatur ini memiliki waktu 30 hari untuk melengkapi kepengurusan.

Usai pemilihan, Muhadi Said mengatakan, kendati dirinya diberi waktu 30 hari untuk melengkapi susunan kepengurusan, namun pihaknya menargetkan seminggu atau dua minggu saja susunan pengurus MWCNU Kunduran sudah terbentuk.

"Insya Allah dalam waktu satu menggu susunan pengurus sudah bisa diampungkan," ujarnya.

Pria yang juga dosen STAI Al-Muhamad Cepu itu menambahkan, susunan pengurus MWCNU bisa segera terbentuk dan dilantik. Dengan demikian, kepengurusan baru ini dapat melanjutkan program pengurus lama.

Ada banyak tugas yang harus segera diselesaikan oleh pengurus baru. Sesuai amanat konferensi, beberapa tugas yang diamanatkan kepada dirinya antara lain bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, dan seni budaya.
 
"Mohon doanya, mudah-mudahan kami bisa melaksanakan amanat ini dengan baik," ujar Muhadi yang juga kepala SMK NU Kunduran.
 
Sebelum konferensi, juga dilaksanakan serangkaian kegiatan. Antara lain, pengobatan gratis, kemah bhakti, pawai ta'aruf dan ziarah ke makam sesepuh.

 

Redaktur : Sudarto Murtaufiq
Kontributor : Sholihin Hasan

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang