Kendal, NU Online
Ansor sebagai wadah generasi muda berwawasan Ahlussunah wal Jamaah diharapkan bisa menjadi pelopor perubahan. Hal tersebut demi mengawal pembangunan, termasuk di desa agar terwujud masyarakat yang berketuhanan dan berkeadilan sosial.
“Sebagai wujud syukur, kita perlu mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan,” kata KH Sunaryo, Senin (28/8). Yang dibangun tidak hanya badan, juga jiwa, lanjut penceramah ini.
Secara khusus, Kiai Sunaryo mengingatkan bahwa pengurus dan anggota Ansor adalah generasi muda yang cerdas emosional dan spiritual. “Karenanya perlu berada di garda terdepan dalam pembangunan di desa,” pesannya dalam pengajian HUT Kemerdekaan RI dan pelantikan Pengurus Ranting Ansor Desa Karangmalang, Kangkung, Kendal, Jawa Tengah tersebut.
Dirinya juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dirasakan masyarakat Indonesia merupakan rahmat dari Tuhan. “Dan didapat melalui perjuangan dari para pahlawan dalam mengusir penjajah,” tegasnya.
Muhammad Romadhon mengatakan pelantikan Pengurus Ranting Ansor yang dibarengkan dengan peringatan hari kemerdekaan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat perjuangan. “Menjadi pengurus Ansor merupakan amanah yang memerlukan perjuangan dan pengorbanan,” kata Ketua Pimpinan Anak Cabang Ansor Kecamatan Kangkung ini.
Di hadapan pengurus baru, dirinya mengingatkan pesan KH Hasyim Asy’ari. “Hadratussyekh KH Hasyim Asyari pernah berwasiat bahwa siapapun yang berkhidmat di NU akan diakui sebagai santrinya dan didoakan husnul khatimah,” tegasnya.
Di akhir sambutan, dirinya mengajak pengurus Ansor untuk membulatkan tekad untuk berkhidmat kepada organisasi ini. “Yakni dengan terus merawat tradisi dan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan sesuai tantangan zaman,” pungkas Romadhon.
Pelantikan Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Karangmalang dilakukan oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kendal, Muhammad Ulil Amri. Tampak hadir kepala desa dan masyarakat desa Karangmalang. (M Sulhanuddin/Ibnu Nawawi)