Daerah

Arus Balik Mulai Ramai, Penyuluh Agama Siaga Layani Pemudik Istirahat di Masjid

NU Online  ·  Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Arus Balik Mulai Ramai, Penyuluh Agama Siaga Layani Pemudik Istirahat di Masjid

Ilustrasi: salah satu masjid ramah pemudik. (Foto: dok istimewa)

Pekalongan, NU Online

Arus balik Lebaran di jalur pantura Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meningkat tajam. Kepadatan kendaraan terjadi di sejumlah titik, termasuk di sekitar Masjid Al-Fairus yang menjadi salah satu masjid ramah pemudik.


Penyuluh Agama Islam Kota Pekalongan hadir memberikan pelayanan bagi pemudik yang singgah. Mereka membantu mengatur arus kunjungan serta menjaga keamanan dan ketertiban di area masjid.


Kepala Seksi Bimas Islam Kota Pekalongan, Arifudin, mengatakan pihaknya menerjunkan 35 penyuluh agama yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).


“Sebanyak 35 penyuluh agama kami kerahkan untuk membantu para pemudik. Mereka bertugas hampir 24 jam secara bergiliran dalam tiga shift, yaitu pagi, siang, dan malam,” ujarnya, Senin (23/3/2026) dilansir laman Kementerian Agama.


Selain mengatur arus pemudik, para penyuluh juga membantu layanan administrasi, termasuk pengisian data. Seluruh layanan berjalan lancar berkat koordinasi antarpetugas.


Masjid Al-Fairus yang berada di jalur strategis pantura menjadi titik singgah favorit. Setiap hari, sekitar 300 pemudik beristirahat di lokasi tersebut.


“Lokasi masjid yang strategis membuatnya ramai dikunjungi. Para penyuluh juga bersinergi dengan DKM untuk memastikan pelayanan berjalan optimal,” kata Arifudin.


Beragam fasilitas tersedia untuk menunjang kenyamanan pemudik, seperti layanan cek kesehatan, cukur rambut, pijat, hingga servis kendaraan. Pengelola juga menyediakan area istirahat yang luas serta toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan.


Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Jamaludin Marky, mengapresiasi peran aktif penyuluh dalam pelayanan arus balik.


“Peran penyuluh agama tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Keterlibatan mereka dalam pelayanan mudik ini menjadi wujud fungsi sosial keagamaan,” jelasnya.


Ia berharap sinergi antara penyuluh agama, pengurus masjid, dan berbagai pihak terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.


Layanan di Masjid Al-Fairus diharapkan membantu pemudik beristirahat dengan nyaman dan melanjutkan perjalanan dengan aman hingga tujuan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang