Daerah

Banjir Landa Sejumlah Pemukiman Warga di 7 Kecamatan Abdya, Warga Diminta Tetap Waspada

NU Online  ·  Jumat, 18 September 2026 | 06:45 WIB

Banjir Landa Sejumlah Pemukiman Warga di 7 Kecamatan Abdya, Warga Diminta Tetap Waspada

Banjir genangi permukiman warga di Kabupaten Aceh Barat Daya setelah hujan deras, Rabu (16/9/2026). (BPBA)

Aceh Barat Daya, NU Online
Hujan deras menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya, Rabu (16/9/2026). Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Tgk Khairul Huda, meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

 

“Hujan lebat melanda kawasan Abdya dan menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir, meskipun kondisinya tidak separah banjir besar yang terjadi pada akhir 2025 lalu,” kata Tgk Khairul Huda kepada NU Online, Kamis (17/9/2026).

 

Menurutnya, kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian serius. Ia mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, kawasan rendah, dan daerah yang pernah terdampak banjir agar tidak mengabaikan kemungkinan peningkatan debit air.

 

“Yang paling penting sekarang adalah tetap waspada. Jika hujan terus berlangsung dan debit air meningkat, masyarakat di kawasan rawan harus mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

 

Tgk Khairul Huda mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong, terutama membantu warga yang terdampak serta memastikan kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia berada dalam kondisi aman.

 

Ia juga mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap potensi banjir susulan maupun longsor apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. “Dalam kondisi seperti ini kita harus saling membantu dan terus memantau keadaan di sekitar. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” kata Tgk Khairul Huda.

 

Ia berharap seluruh unsur masyarakat, pemerintah gampong, relawan, serta organisasi kepemudaan dapat berkoordinasi dalam membantu warga terdampak apabila kondisi memburuk.

 

Sementara itu, petugas kebencanaan melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah terdampak untuk mengetahui perkembangan banjir, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

Hujan deras yang disertai angin dan petir melanda Aceh Barat Daya sejak Rabu sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

 

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang diperbarui Kamis (17/9/2026) pukul 00.20 WIB, banjir terjadi di sejumlah gampong yang tersebar di Kecamatan Jeumpa, Kuala Batee, Tangan-Tangan, Setia, Blangpidie, Manggeng, dan Susoh.

 

Di Kecamatan Blangpidie, banjir berdampak terhadap sejumlah permukiman warga. Di Gampong Kuta Bahagia, sekitar 40 rumah dilaporkan terendam dengan ketinggian air mulai dari selutut hingga sepinggang.

 

Sementara di Gampong Lhung Tarok, sekitar 41 rumah terdampak dengan ketinggian air rata-rata di atas lutut. Di Gampong Lam Kuta, sekitar 14 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai lutut.

 

Dampak lebih besar dilaporkan terjadi di Gampong Alue Manggota. Sekitar 100 rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.

 

Sedangkan di Gampong Lhung Asan, sebanyak empat rumah terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Air juga menggenangi permukiman warga dan badan jalan nasional di Gampong Baharu dan Keude Paya.

 

Di Kecamatan Kuala Batee, banjir di Gampong Alue Padee terjadi akibat meluapnya Sungai Alue Diwi. Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter dan berdampak terhadap sekitar 10 rumah warga.

 

Sementara di Gampong Kampung Tengah, sekitar lima rumah terdampak. Genangan air juga dilaporkan memasuki permukiman warga di Gampong Alue Pisang.

 

Banjir turut terjadi di Kecamatan Jeumpa, meliputi Gampong Alue Seulaseh, Alue Sungai Pinang, dan Ladang Neubok. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Tangan-Tangan, Setia, dan Manggeng.

 

Di Kecamatan Susoh, banjir menggenangi permukiman warga di Gampong Durian Jangek dengan ketinggian air berkisar antara 50 sentimeter hingga satu meter. Sejumlah gampong lain di kecamatan tersebut juga dilaporkan terdampak.

 

Selain banjir, bencana tanah longsor terjadi di Gampong Cot Mane, Kecamatan Jeumpa. Satu unit rumah warga dilaporkan terdampak akibat longsor tersebut.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang