Banser Pekalongan Jadi Relawan Pemakaman Jenazah Pandemi Covid-19
NU Online · Rabu, 30 Juni 2021 | 03:00 WIB
Pekalongan, NU Online
Banser Tanggap Bencana (Bagana) Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berjibaku makamkan korban covid-19 di Desa Sokoyoso, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan bersama pihak-pihak terkait, Ahad (27/6).
Kepala Unit Khusus Bagana Kabupaten Pekalongan Maman Firmansyah mengatakan, sebagai bagian dari komponen masyarakat, Banser berusaha membantu masyarakat khususnya dalam penanganan pemakaman jenazah Covid-19 sejak April lalu.
“Sejak April kemarin sampai hari ini kami selalu mengirimkan anggota kita dalam setiap prosesi pemakaman korban Covid-19 yang tersebar di hampir semua Kecamatan di Kabupaten Pekalongan kecuali Kecamatan Petungkriono," terangnya kepada NU Online, Selasa (29/6).
"Hingga Senin (27/6) ada 7 pemakaman yang tersebar di Kecamatan Kajen, Kedungwuni, Tirto, Wiradesa dan Sragi dan totalnya sudah 135 pemakaman,” imbuhnya.
Disampaikan, Bagana telah dibekali pelatihan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Lingkungan Hidup (LH), dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terkait standar dan hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam proses pemakaman jenazah korban Covid-19 seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pengambilan, dan penurunan jenazah dari mobil ambulans, pemakaman jenazah, hingga melepas APD kembali.
“Sebenarnya tugas pemakaman jenazah korban Covid-19 ini adalah tanggung jawab dari Dinas Perkim, LH, dan BPBD Kabupaten Pekalongan. Sedangkan dari Bagana juga ditunjuk untuk masuk ke dalam tim yang disahkan oleh Bupati, maka kita harus siap. Dalam situasi dan kondisi apapun Banser diajarkan untuk selalu siap sedia ketika ibu pertiwi memanggil meskipun risikonya sangat besar,” pungkasnya.
Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Pekalongan Amin Nur mengatakan, pengabdian Bagana Kabupaten Pekalongan terhadap masyarakat dan NU memang luar biasa dan patut diapresiasi.
"Kami sangat mengapresiasi pengabdian Bagana Kabupaten Pekalongan. Sejak pertama kali dibentuk pada 2015 lalu, Bagana nyaris tidak pernah absen dalam urusan tanggap bencana di Kabupaten Pekalongan. Kiprah Bagana yang bersinergi dengan BPBD, PMI, Basarnas, dan pihak terkait lainnya sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan," ucapnya.
Dirinya mendoakan semoga pengabdian Bagana dalam mengharumkan nama GP Ansor, Banser, dan NU akan dicatat sebagai amal baik sehingga layak diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy'ari dan para muassis NU lainnya.
Kontributor: Muhammad Khoirul Umam
Editor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua