Jombang, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto menyatakan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tak boleh diremehkan, dibully dan sejenisnya. Fenomena yang terjadi belakangan ini, Banser yang menjadi objek bullyan, caci maki oleh kelompok-kelompok tertentu, ternyata tak membuat mereka (Banser) kapok untuk menjalankan peran dan fungsinya. Komitmen terhadap peran dan fungsinya itu menjadi kekuatan yang tak bisa dibendung.
Di antara fungsi Banser adalah menjadi stabilisator dari kondisi lingkungan masyarakat yang nyaman, tenteram dan kondusif. Bisa dikatakan keberadaan Banser menjadi ujung tombak terciptanya kondisi sosial masyarakat yang kondusif dengan tidak mengesampingkan peran dan fungsi penegak hukum.
"Mereka (Banser) menjadi stabilisator. Jadi Banser menjadi garda terdepan ketika misalkan ada konflik di tengah masyarakat untuk memberikan solusi. Termasuk mengamankan kegiatan-kegiatan atau program-program yang dilakukan Ansor dan NU," katanya, Ahad (18/3).
Disamping itu, Banser tak pernah meninggalkan perjuangan yang berkaitan langsung dengan komitmen kenegaraan serta kebangsaan yang telah dibangun para funding father. Tak hanya itu, hal-hal yang bersentuhan dengan kegamaan, sosial kemasyarakatan serta kepemudaan juga tak bisa ditanggalkan.
Â
"Banser berfungsi sebagai dinamisator atau penggerak. Bergerak untuk apa? Ya komitmennya ada empat. Di antaranya bergerak untuk keagamaan atau bela agama, komitmen bela kepemudaan. Anak-anak muda ini harus menjadi motor penggerak untuk mewujudkan kondisi yang lebih baik, sehingga kegiatan apapun yang bernilai manfaat dan positif, pemuda ini harus turun langsung," jelasnya.
Fungsi lain keberadaan Banser, menurut Gus Antok adalah mereka menjadi katalisator dari berbagai peran dan komitmen yang menjadi objek pengabdiannya. Ini, kata dia, asas manfaat tentu tidak hanya dirasakan oleh Banser itu sendiri, melainkan mencakup khalayak luas hingga negara sekalipun akan ikut merasakan manfaat dari kontribusi mereka.
"Banser berfungsi sebagai katalisator, katalis itu kan ada akselerasi atau percepatan dalam hal komitmen itu, yang meliputi mendampingan, pemberdayaan dan lain sebagainya," ulas Gus Antok sapaan akrab H Zulfikar Damam Ikhwanto.
Karenanya, lanjut Gus Antok, Banser harus terus hidup dengan melakukan kaderisasi-kaderisasi secara masif. Semakin cepat pertumbuhan Banser, semakin banyak pula manfaat yang ditebar. (Syamsul Arifin/Muiz)Â