Jember, NU Online
Bersyukur adalah hal yang sepele dan bisa dilakukan oleh siapapun. Tapi kenyataannya tidak sedikit orang yang pelit bersyukur. Akibatnya nikmat Allah semakin berkurangi dan berkurang, khususnya bagi mereka yang tidak pandai bersyukur.
Demikian diungkapkan Ketua PCNU, KH Abdullah Syamsul Arifin saat memberikan tausiyah dalam Khotmil Quran dan Halal bi Halal di aula Miftahul Ulum, Universitas Islam Jember (UIJ), Jumat (14/6).
Menurut Gus Aab, sapaan akrabnya, bersyukur sangat dianjurkan oleh Allah, bahkan mereka yang tidak bersyukur diancam dengan adzab yang sangat pedih. Kenapa? Sebab bersyukur mempunyai beberapa manfaat bagi kebaikan hidup manusia.
“Bersyukur memiliki banyak manfaat yang mungkin tidak kita sadari,” ujarnya.
Pertama, dengan bersyukur manusia menjadi sadar, setidaknya tahu bahwa dia mempunyai sesuatu. Kesadaran semacam ini sangat penting lantaran manusia secara naluri selalu bermimpi dan berhayal untuk mendapat sesuatu yang lebih besar.
“Kalau kita bersyukur akhirnya jadi sadar bahwa kita sudah memiliki ini dan itu, sementara orang lain tidak memilikinya,” ulasnya.
Kedua, bersyukur dapat menghindari sikap serakah. Sebab, dia merasa sudah memiliki sesuatu yang diharapkan meskipun tidak sempurna, yang orang lain belum tentu bisa memiliknya. Dengan demikian, maka muncul perasaan eman terhadap apa yang dimiliki.
“Dasar manusia memang selalu merasa kurang, kurang dan kurang. Tapi kalau pandai bersyukur dan bisa melihat kebawah, maka keserakahan itu bisa dikurangi,” jelasnya.
Dosen IAIN Jember itu mengajak masyarakat untuk tidak pernah putus harapan terhadap nikmat Allah. Doa manusi pasti dikabulkan. Namun bentuk dan cara mengabulkannya tidak ada manusia yang tahu pasti. Bisa jadi yang diminta A, tapi turun malah B.
“Tapi intinya tetap untuk kebaikan yang bersangkutan. Allah memberi apa yang kita minta itu bertahap. Tidak sekaligus, tergantung sejauh mana kita mampu mensyukuri nikmat yang telah ada,” pungkasnya. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua