Cetak SDM Andal Halau Gerakan Radikal
NU Online Ā· Selasa, 18 Juni 2019 | 05:30 WIB
Denpasar, NU Online
Tekad yang membaja dari segenap pengelola Sekolah Tingggi Agama Islam (STAI) Denpasar untuk mejadikan kampus tersebut sebagai syiar Islam ala Ahlissunnah wal Jamaah (Aswaja), membuat semangat mereka tak pernah kendur apalagi luntur. Mereka yakin dengan doa dan dukungan warga Muslim,Ā STAI Denpasar akan eksis.
āAlhamdulilah, kami sudah mewisuda mahasiswa sebanyak 7 kali,ā tukas Ketua STAI Denpasar, Jumari sebagaimana rilis yang diterima NU Online, Senin (17/6).
Saat ini STAI Denpasar memiliki 3 program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Ekonomi Syariah (ES). Jumlah mahasiswanya sebanyak 360-an orang. Mereka berasal dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Probolinggo, bahkan Madura.
āDari jumlah itu, sekitar 30 persennya adalah warga asli Bali,ā tambah Jumari.
Sebagai kampus berbasis NU, maka materi Aswaja merupakan mata kuliah wajib di kampus tersebut yang diajarkan bagi mahasiswa semester II dan IV. Materi Aswaja menjadi perhatian serius bagi pencapaian agregatĀ indeks prestasi mahasiswa.
āKami tidak main-main soal Aswaja. Kalau materi lain,Ā misalnya mau santai-santai saja silakan,Ā tapi Aswaja jangan,ā tutur pria asal Lamongan itu.
Kendati merupakan kampus agama,Ā namun STAI Denpasar tidak lalai dengan prestasi yang membanggakan. Tak jarang mahasiswa STAI Denpasar yang menyabet juara lomba pidato, Musabaqoh Tilawatil Quran, dan sebagainya untuk tingkat regional.
āBahkan yang terbaru, anak-anak kami juara futsal se-Bali, Mei 2019,ā terang Jumari.
Ketua Dewan Pakar PW Pergunu Bali itu mengaku tidak muluk-muluk dalam mengangkat prestasi STAI Denpasar. Baginya, bibit-bibit Nahdlatul Ulama yangĀ dihasilkan dari kampusnya bisa eksis di tengah-tengah masyarakat dan dapat memberi pencerahan tentang Aswaja, khususnya di Bali. Sebab Bali memang kekurangan SDM (sumber daya manusia) andal berbasis Aswaja untuk membendung opini negatif Islam akibat gerakan kelompokĀ radikal.
āBom Bali tahun 2002, berdampak cukup dahsyat bagi citra Islam,ā pungkasnya. (Red: Aryudi AR).
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
4
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
5
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
6
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
Terkini
Lihat Semua