Demi Kemandirian, NU Jember Tolak Bantuan Bupati
NU Online Ā· Selasa, 23 Juni 2020 | 01:45 WIB
H Mohammad Fachrur Rozi (Sekretaris PCNU Jember saat itu) saat menyampaikan laporan dalam peletakan batu pertama pembangunan kantor NU Cabang Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Aryudi A Razaq
Kontributor
Jember, NU Online
Kertas sejarah perjalanan PCNU Jember, Jawa Timur cukup menarik diungkap karena salah satunya mendedah kemandirian NU di kota suwar-suwir itu. Kemandirian tersebut tampak saat PCNU Jember membangun kantor di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, Kabupaten Jember. Saat itu, para kiai dan pengurus NU urunan untuk mencukupi material bangunan dan sebagainya, karena dana yang tersedia sudah menipis. Pada saat yang hampir bersamaan, di lokasi lain, PCNU Jember juga membangun gedungĀ UIJ (Universitas Islam Jember).
Pembangunan kantor (NU) baru tersebut dilakukan karena kantor lama yang terletak di Jalan Wijayakusuma (di utara Masjid Jamik Al-Baitul Amin) sudah dibeli oleh Bank Bumi DayaĀ melalui skema take over. Penyerahan asset (tanah dan gedung) NU kepada Bank Bumi Daya ditandatangani oleh 4 orang, yakni KH Shodiq Mahmud (Rais Syuriyah), KH Sofyan Tsauri (Katib Syuriyah), H Moch Soewardi (Ketua PCNU Jember) dan H Mohammad Fachrur Rozi (Sekretaris PCNU Jember).
Menurut H Mohammad Fachrur Rozi, uang hasil take over itu digunakan untukĀ membeli tanah di Jalan Imam Bonjol (kantor NU sekarang) dan untuk membangun gedung UIJ (Universitas Islam Jember).
āTake over-nya itu insyaallah akhir 1993 atau awal 1994. Jadi setelah take over, gedung NU langsung dibangun,ā ujar Ustadz Fachrur, sapaan akrabnya, kepada NU Online di kediamannya, Senin (22/6).
Lokasi kantor (lama) NU Jember memang sangat strategis, berada di jantung kota Jember. Persis di seberang Pendopo Wahyawibaraha. Namun karena NU Jember ingin memiliki tanah (kantor) yang lebih luas dan ingin memiliki universitas, maka tanah itu dijual dalam bentuk take over. Saat ini tanah bekas kantor NU Jember itu dijadikan gedung Bank Mandiri.
āAlhamdulilah, semangat para kiai dan pengurus NU saat itu begitu menggebu untuk memiliki kantor baru yang luas dan punya universitas. Dan syukur sampaiĀ hari ini semangat para kiai untuk memajukan NU tak pernah padam,ā terang Ustadz Fachrur yang saat ini menjadi Kepala Kemanag Lumajang.
Kantor (baru) PCNU Jember akhirnya dibangun.Ā Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bupati Jember saat itu, Prijanto Wibowo. Pembangunan kantor tersebut bukan tanpa rintangan. Soal apalagi kalau bukan soal dana. Namun para kiai dan pengurus NU tidak tinggal diam. Mereka urunan hingga akhirnya tuntas pembangunan kantor tersebut. Kendati kekurangan, namun pengurus NU menolak bantuan yang disodorkan Bupati Prijanto Wibowo.
āSaya sendiri yang menerima telepon bupati (Prijanto Wibowo). Beliau menawarkan bantuan meubeller dan sebagainya untuk isi kantor. Tapi setelah saya konsultasi dengan para pengurus, beliau-beliau menolak. Alasannya NU ingin mandiri,ā pungkasnya.
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
Ā
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua