Daerah

Fatayat NU Kalbar Gelar Konsolidasi dan Penguatan Kapasitas Kader

NU Online  ·  Ahad, 26 Agustus 2018 | 22:30 WIB

Pontianak, NU Online
Dalam rangkaian Konferensi Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (Kalbar), digelar pula konsolidasi dan penguatan kapasitas kader. Kegiatan mengambil tema mencetak kader Fatayat NU yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing di Kantor Kemenag Kalbar, Sabtu hingga Ahad (25-26/8).

Hadir sebagai pemateri antara lain Erma Mukaromah sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU dan Margaret Aliyatul Maimunah selaku Sekretaris Umum PP Fatayat NU. Juga Khalilah sebagai pengurus PP Fatayat NU, serta Kiai Jibridin dari MUI Kalbar. 

Kiai Jibriddin berharap agar Fatayat NU di kawasan ini dapat menjadi organisasi perempuan yang mampu menangkal radikalisme. Juga menjaga kebinekaan dan keberagaman dalam masyarakat, agar dapat terus damai dan harmonis. 

“Dengan konsolidasi dan penguatan kader ini mampu mencetak kader Fatayat NU di Kalbar yang militan, bukan kader yang bingung atau apatis,” ungkapnya, Ahad (26/8). Selain itu kiai Jibridin mengusulkan agar momentum konsolidasi dilanjutkan dengan pembenahan struktur organisasi yang ada di Kalbar baik pada level Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang hingga Ranting.

Sedangkan Khalilah mengungkapkan Fatayat NU Kalbar harus segera berbenah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan dimulai dari pembenahan struktur orgaisasi Fatayat NU dari level PW hingga ranting di seluruh wilayah Kalbar.

“Untuk mewujudkan pembenahan struktur Fatayat NU di Kalbar ini saya menawarkan diri untuk mengawal dan menjadi penyambung lidah kader,” katanya.

Dirinya kemudian menceritakan tahun 2000 saat masih sekolah di MAN Model Singkawang telah diangkat menjadi Wakil Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Singkawang karena keaktifan di organisasi. “Bahkan saya sudah mengikuti Kongres Fatayat NU di Bandung lantaran telah aktif,” ungkapnya.

Ketika itu belum ada organisasi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan dirinya menginisiasi berdirinya PC IPPNU di Kota Singkawang. Dan setelah menempuh studi strata satu hingga tiga di Jakarta, sudah dua periode dirinya menjadi pengurus Pimpinan Pusat Fatayat NU dari Kalbar. “Dari kisah proses panjang ini harapan saya bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi sahabat lain agar tetap bisa bersama berjuang membesarkan Fatayat NU,” ajaknya.

Khalilah tidak menampik kalau berproses di Fatayat NU akan berhadapan dengan sejumlah masalah. “Tapi dengan konsolidasi, segala kendala, hambatan dan tantangan yang dihadapi dapat menjadi peluang baik untuk lebih sinergis agar Fatayat NU di Kalbar bisa kian berjaya,” tandasnya.

Hadir pula pada kegiatan ini Ketua Pimpinan Wilayah  Gerakan Pemuda Ansor Kalbar, Muhammad Nurdin. 

Dan puncak Konferwil adalah terpilihnya Ummi Marzuqoh secara aklamasi oleh delapan Pimpinan Cabang Fatayat NU dari 11 kepengurusan cabang yang hadir. (Red: Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang