Gandeng BP3AKB, IPPNU Kudus Gelar Pendidikan Politik Perempuan
NU Online · Senin, 16 November 2015 | 05:00 WIB
Kudus, NU Online
Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) mengadakan Seminar Pendidikan Politik Perempuan di Gedung NU, Jalan Pramuka 20 Kudus, Jawa Tengah, bersama 8 perwakilan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) dan 4 Pimpinan Komisariat IPPNU setempat.
<>
Dewi dari BP3AKB bidang Pemberdayaan Perempuan dalam forum itu memotivasi seluruh peserta untuk ikut serta dalam dunia perpolitikan. “Kalau tidak bisa menjadi anggota legislatif, jadilah perempuan yang cerdas,” tegasnya sembari peresmian pembukaan seminar, Sabtu (14/11).
Dalam seminar yang dimoderatori Wahyu Hidayat, Sekretaris PC IPNU KUDUS, ini narasumber, Tajyasin, mengungkapkan bahwa penyebab mengapa perempuan tertinggal, salah satunya dalam hal kepemimpinan, adalah karena perempuan masih memikirkan bahwa laki-laki adalah pengontrol kehidupan.
“Perempuan seyogianya selalu meningkatkan keilmuan dan pendidikan,” katanya menyemangati peserta.
Hal senada juga disampaikan pemateri kedua, Nur Maria. Menurutnya, “Keberhasilan berpolitik dapat ditentukan salah satunya dengan mempunyai planing,” tegasnya.
Nur menambahan, hikmah dari proses dan perjuangan yang menyakitkan adalah semata untuk mencambuk diri menjadi semakin bersemangat.
PC IPPNU Kudus berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan demokrasi dan semangat untuk menjadi organisasi mandiri bagi IPPNU ke depan. “Mandiri dalam artian siap menjadi pemimpin di semua bidang dalam menghadapi tantangan,” kata Futuhal Hidayah, Ketua PC IPPNU Kudus. (Aang Riana Dewi/Mahbib)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua