GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan
NU Online · Ahad, 25 Oktober 2015 | 15:04 WIB
Kupang, NU Online
GP Ansor NTT dan Brigade Meo bentukan Pendeta Adi Ndiy bersama mendiskusikan berbagai isu yang mempengaruhi harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur. Bersama organisasi kepemudaan lainnya, mereka di akhir pertemuan mengeluarkan petisi perdamaian di Kantor PWNU NTT, Kupang, Sabtu (24/10).
<>
Mereka menginginkan suasana masyarakat lengang dari berbagai isu-isu SARA dalam rangka menjaga bingkai kemajemukan. Semua organisasi kepemudaan yang hadir bertekad menjadikan NTT sebagai barometer ukuran kemajemukan. Mereka tidak ingin ada langkah-langkah tertentu yang akan menghancurkan keberagaman.
Berbagai masukan seluruh organisasi dan beberapa petisi menyatakan keinginannya untuk menjaga keamanan dan kedamaian bersama masyarakat NTT melalui sebuah bingkai kemajemukan yang ada di kota Kupang.
Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengajak seluruh komponen tokoh muda peduli kemajemukan.
“Mari sama-sama kita menjaga perdamaian untuk kerukunan. Jangan sampai terjadi di lingkungan atau tanah kita flobamora ini berbagai isu-isu miring yang dapat menghancurkan dan keretakan di antara kita. Oleh karena itu tanggung jawab kemajemukan di NTT ada di tangan para generasi-generasi penerus NTT.”
Pendeta Adi Ndiy dalam forum juga mengajak seluruh komponen masyarakat para pemuka agama, tokoh pemuda untuk sama-sama membangun daerah dengan berbagai keragaman melalui perbedaan. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
4
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua