Hadapi Revolusi Industri 4.0, Guru NU Perlu Tingkatkan Pengetahuan
Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:00 WIB

Narasumber memaparkan materi dalam seminar pendidikan karakter di Kantor Kemenag Tangerang. (Foto: NU Online/Suhendra)
Ahmad Suhendra
Kontributor
Pendidikan memasuki tantangan baru, yakni era revolusi industri 4.0. Sebab itu, perlu penguatan pendidikan karakter. Pendidikan pada anak merupakan penentu masa depan bangsa dan negara. Maka, guru perlu meningkatkan (upgrade) pengetahuannya agar tantangan tersebut bisa dijawab oleh para guru.
Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) Kota Tangerang Soleh Hapudin dalam seminar pendidikan karakter di Aula kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Jl Perintis Kemerdekaan, Tangerang, Sabtu (29/2).
"Pendidikan anak berkarakter sangat penting. Bila salah mendidik anak, akan menjadi musuh. Fitnah dan perbuatan negatif yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan juga keluarga," jelasnya.
Ia menambahkan, anak-anak harus memiliki kecerdasan moral dan memiliki kepribadian berkarakter. Karakter anak itu perlu dibentuk sejak dini. Jika anak sudah memiliki karakter kuat, maka dia mampu melewati tantangan revolusi industri saat ini.
"Perlu kemampuan dan retorika baru dalam mengajarkan karakter kepada anak-anak milenial. Sebab itu, para guru perlu meng-upgrade (meningkatkan) pengetahuan mengenai perkembangan pendidikan," terangnya.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini adalah kemajuan teknologi, menghadapi anak milenial, dan pendidikan e-Learning. Guru-guru Nahdlatul Ulama perlu menguasai teknologi dalam pendidikan atau e-Learning, yakni suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang H Dedi Mahpudin mengatakan, mendidik karakter anak-anak di era 4.0 sangatlah penting. Sebab, pendidikan karakter sudah dicanangkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Pendidikan Peraturan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun sejak tahun 2013 lalu.
"Nilai-nilai Islam Mengenai Peranan Guru dalam Pendidikan Karakter berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk membentuk daya saing dan Karakter Bangsa," tegasnya.
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Alasan NU Tidak Terapkan Kalender Hijriah Global Tunggal
2
Khutbah Jumat: Bersihkan Diri, Jernihkan Hati, Menyambut Bulan Suci
3
Khutbah Jumat: Sambut Ramadhan dengan Memaafkan dan Menghapus Dendam
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Amalan Persiapan kangge Mapag Wulan Ramadhan
5
Khutbah Jumat: Optimisme Adalah Kunci Kesuksesan
6
Hukum Trading Crypto dalam Islam: Apakah Crypto Menguntungkan atau Berisiko?
Terkini
Lihat Semua