Probolinggo, NU Online
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menyelenggarakanĀ seminar nasional dan peluncuran Dai intelektual NU Networking atau Dinun.Ā
Acara yang digelar dalam rangka halal bi Halal itu dilaksanakan di aula MAN Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jumat (5/7)Ā siang.Ā Ā
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā
SeminarĀ dengan tema Islam Wasthiyah,Ā Pancasila dan Ekonomi Syariah akan menghadirkan mantan Ketua Mahkamah Konsititusi (MK) Mahfud MD, KHĀ Abdul Hamid Wahid selaku Rektor Universitas Nurul Jadid (Unuja),Ā H M Mas'ud SaidĀ yang juga Ketua PW ISNU JatimĀ dan Ahmad Thohe sebagai Ketua Dinun.
"Acara ini dikemas bersamaan dengan acara halal bi halan ISNU Jatim dan sekaligus pelantikan Cabang Khusus PC ISNU Pondok Pesantren Nurul Jadid," ujar Dian Farica salah satu panitia penyelenggara pada NU Online, Jumat (5/7) pagi.
Awalnya, Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa akan hadir, serta ikut mengisi acara. Namun hal tersebut tidak jadi karena yang bersangkutan ada kegiatan yang bersamaan di Surabaya.Ā
āSebenarnya gubernur sangat ingin sekali datang ke acara ini.Namun beliau minta maaf tidak bisa hadir karena ada acara di Surabaya," ungkap Mas'ud Said, Ketua PW ISNU Jatim.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā
Disinggung terkaitĀ pelantikanĀ PC ISNU Istimewa Pondok Pesantren Nurul Jadid karena kondisi pesantren yang sangat memungkinkan untuk pengembangan perjuangan ISNU. āApalagi di Pesantren Nurul Jadid juga ada perguruan tingginya,ā ungkap Maāud.
Sebagai perbandingan, di Malang ISNU juga mendirikan PAC khusus di tiga perguruan tinggi yakniUnibraw, UIN dan Universitas Negeri Malang. āMemangĀ ini belum diatur dalam Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga ISNU. Namun demi perkembangan organisasi ini ke depan maka kita dirikan,ā terangnya.Ā
Menurutnya, nanti dalam forum nasional ISNU akan dibuatkan payung hukumnya. āIni usulan dari Jatim, dan organisasi harus fleksibel serta menyesuaikan dengan realita yang ada," tandasnya.Ā
Dalam pandangan Masāud, agar keberadaan organisasi kian menyapa para sarjana dari berbagai perguruan tinggi, maka dinamika yang terjadi di Jatim bisa dijadikan pertimbangan. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)