Jember, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Jember, Jawa Timur, Akhmad Taufiq, menekankan pentingnya halal bi halal sebagai momentum untuk merevitalisasi spirit kelembagaan IKA PMII ini agar semakin produktif, baik untuk internal organisasi, maupun untuk masyarakat. Hal itu dapat dicapai kalau organisasi ini dalam masing-masing strukturnya dapat terkonsolidasi dan bersinergi untuk meng-creat program yang baik.
“Jadi intinya memang peningkatan konsolidasi sangat penting, dan dari situ lalu bersinergi satu sama lain,” tukasnya saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember di cafe Gotong Royong, Sukorambi, Sabtu (15/6).
Pria kelahiran Lamongan itu menambahkan bahwa IKA PMII bukan organisasi elitis yang pelayanannya menyasar golongan tertentu, melainkan organisasi inklusif untuk mewadahi alumni PMII dalam berkegiatan dan mengabdi pada masyarakat.
“Yang jelas keberadaan IKA PMII harus member manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Di bagian lain, Taufiq menyinggung situasi politik Jember yang akan semakin riuh menyusul digelarnya pemilihan bupati tahun 2020. Dikatakannya, dalam satu tahun ke depan dinamika politik di Jember akan mengalami eskalasi yang semakin tinggi tensinya terkait isu-isu pemilihan bupati. Oleh karena itu, ia berharap agar semua pengurus tetap fokus pada program, terutama program keagamaan dan program sosial yang ada di kantong masyarakat masing-masing.
“Kami berharap agar semua pengurus baik pengurus cabang, maupun pengurus komisariat di tingkat kecamatan untuk tetap fokus dalam program-program yang telah disusun,” terangnya.
Harapan yang sama diungkapkan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) IKA PMII Sukorambi, Karimullah Izet. Menurutnya, IKA PMII Sukorambi akan mengawal program-progam yang menjadi prioritas di samping memunculkan program aksi.
“Banyak yang bisa kia kerjakan untuk masyarakat, misalnya pelayanan dan pendampingan,” ucapnya.
Acara halal bi halal itu dibuka pembacaan dengan shalawat, dilanjutkan dialog dan ditutup dengan doa, serta ramah-tamah antar alumni yang hadir. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua