Hasyim Muzadi: Netralitas PKB Karena Beban Psikologis
NU Online · Sabtu, 4 September 2004 | 01:02 WIB
Padang, NU Online
Calon Wakil Presiden (Wapres) RI dari PDI-P, K.H Hasyim Muzadi, mengatakan, netralitas PKB dalam Pilpres putaran kedua adalah keputusan yang bagus, karena partai itu memiliki beban psikologis jika mendukung Mega-Hasyim.
   Â
"Saya kira netralitas itu sudah bagus, mengingat PKB mempunyai beban psikologis politik karena sebelumnya mendukung Wiranto-Solahuddin," kata di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (3/9). Menurut dia, jika pada Pilpres putaran kedua, PKB berbalik 180 derajat, mungkin ada beban psikologis politik itu. "Jadi, netral sudah bagus bagi PKB," tambahnya.
   Â
Akan tetapi, netralitas itu adalah keputusan institusi, dengan demikian tidak ada lagi hubungan kalangan PKB dengan umat. Dalam hal ini, kalaupun ada yang ikut mendukung SBY, maka tidak menggunakan mesin organisasi, tetapi secara pribadi. Dalam hal ini justru sejalan dengan sikap warga negara yang tidak bisa dibatasi, tambah Hasyim.
   Â
Hasyim Muzadi, berada di Padang dalam rangka pertemuan dengan sejumlah Ormas dan tokoh-tokoh Sumbar serta kalangan pengurus partai-partai yang tergabung dalam koalisi kebangsaan yang dibentuk untuk mendukung Mega-Hasyim pada Pilpres putaran kedua.
   Â
Sebelum pertemuan itu, Hasyim menjadi khotib sholat Jumat di Mesjid Taqwa Muhammadiyah serta menyerahkan bantuan sebesar Rp 40 juta untuk membantu pembangunan mesjid itu. Pada kesempatan itu, Hasyim juga menyaksikan penandatanganan dukungan bagi Mega-Hasyim dari 24 Ormas dan OKP di Sumbar. Ormas dan OKP itu, antara lain, GPK Sumbar, AMPG, Pemuda Demokrat, MKGR, BMI, Anshor, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, KPPG dan LDDI. (Ant/Dul)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
2
Qadha Puasa Ramadhan di Hari Tarwiyah dan Arafah, Tetap Dapat Pahala Puasa Sunnah?
3
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya
4
Sumatra Blackout: Dari Aceh hingga Lampung, Aktivitas Warga Lumpuh
5
NU Care LAZISNU Perkuat Program Ekonomi UMKM di Pringsewu Lampung
6
Alih Fungsi Lahan hingga Konflik Agraria Membayangi 10 Tahun Perjanjian Paris di Pulau Jawa
Terkini
Lihat Semua