Muhammad Faizin
Kontributor
Pringsewu, NU Online
Saat menyampaikan Kajian Kitab Dalailul Khairat karya Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung KH Anwar Zuhdi menjelaskan beberapa faedah shalawat dan nama mulia dari Nabi Muhammad SAW. Ia pun memberikan sebuah ijazah terkait nama Nabi yang bisa diamalkan agar Allah SWT senantiasa mencukupi rezeki.
Bacaan ijazah ini diamalkan saat khatib naik mimbar pada hari Jumat terakhir di bulan Rajab. Redaksi Bacaan tersebut adalah "Ahmadu Rasulullah Muhammadur Rasulullah" yang merupakan nama mulia dari Rasul terakhir Allah SWT ini.
āAmalkan bacaan ini saat khatib naik mimbar pada Jumat terakhir bulan Rajab sebanyak 35 kali. (Suaranya) Jangan keras-keras. Insyaallah tidak akan telat uang. Bukan masalah banyak atau sedikitnya uang, tapi kebutuhan-kebutuhanĀ insyaallah akan tercukupi,ā kata Abah Anwar, sapaan karibnya, Kamis (15/4) malam.
Hal ini juga disampaikan oleh Syaikh Hamid bin Muhammad Ali Quds dalam kitab Kanzun Najah was SururĀ yang menyebutkan bahwa Syaikh Ali al-Ajhuri berkata: Sesungguhnya barangsiapa di akhir Jumat bulan Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca; āAhmadu Rasulullahi Muhammadur rasulullahiā (sebanyak 35 kali), maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun akan selalu memegang uang).ā
Ā
Shalawat dan nama Nabi Muhammad
Abah Anwar juga menjelaskan bahwa Rasulullah dan namanya merupakan sosok yang mulia. Kemuliaan ini ditunjukkan dengan perintah Allah SWT agar umat Islam bershalawat kepadanya. Bukan hanya memerintahkan untuk bershalawat, Allah dan para Malaikat-Nya pun juga bershalawat kepada Nabi sebagaimana temaktub dalam QS. Al-Ahzab Ayat 56 yang artinya: āSesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanyaā.
Ada beberapa hal yang menurut Alumni Pesantren Lirboyo Jawa Timur ini perlu dilakukan saat membaca shalawat. Selain untuk memberi salam kepada Nabi, membaca shalawat juga untuk memenuhi perintah Allah sekaligus meyakini kenabian dari Muhammad SAW.
āShalawat juga merupakan wujud cinta pada Nabi dengan mengagungkan derajatnya. Shalawat adalah bentuk kerinduan hati pada Rasulullah,ā katanya menjelaskan seputar nama Nabi dan amalan shalawat yang ada dalam Kitab Dalailul khairat.
Bagi kalangan santri dan para pengamal tarekat, Kitab Dalailul Khairat adalah kitab yang sangat tenar. Berbagai amalan wirid di dalam kitab ini banyak diamalkan melalui proses ijazah, yakni tradisi pemberian ajaran atau amalan secara turun-temurun dengan rantai sanad yang jelas. Lebih dalam tentang Kitab Dalailul Khairat bisa dibaca di sini: Wirid Dalailul Khairat: Sejarah, Penyusun, dan Keutamaannya.
Ā
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
3
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
4
Haji 2026: 5.426 Jamaah Aceh Siap Terbang, Ini Rute dan Jadwalnya
5
Hukum MenarikĀ UangĀ Parkir di Lahan Orang Lain
6
Safari Diplomatik Terakhir, Gus Yahya Kunjungi Dubes Federasi Rusia
Terkini
Lihat Semua