Sumenep, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Guluk-guluk Sumenep, Jawa Timur menyelenggarakan Makesta atau Masa Kesetiaan Anggota.
Kegiatan ini mengambil tema Membangun Pelajar Cerdas, Militan, dan Berkakter Aswaja, Kamis hingga Jumat (20-21/9).
Ketua Pimpinan Cabang IPNU Sumenep, Musyfikurrahman mengemukakan bahwa kegiatan sebagai upaya melahirkan kader di masa mendatang. "Makesta ini adalah bentuk pembangun bagi pelajar, khususnya IPNU dan IPPNU Sumenep," katanya.
Dalam pandangannya, perjuangan bukan berarti selalu melawan musuh, bukan hanya membangun ketika sudah jatuh. “Membangun intelektual dan spiritual merupakan bagian perjuangan untuk menjadikan pembangunan di Nusantara menjadi kokoh. Sebab itulah ciri khas para pendiri negeri ini,” urainya.
Ia juga merasa bangga lantaran di antara badan otonom di NU, IPNU serta IPPNU termasuk yang konsisten menyelenggarakan pengkaderan. “Hingga kini IPNU serta IPPNU Sumenep tetap konsisten dalam mengembangkan keilmuan pelajar baik eksakta maupun spiritual dengan berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Musyfikurrahman mengemukakan tema Makesta yang diusung sangat tepat untuk mengingatkan kembali pada esensi perjuangan. “Membangun mental pelajar cerdas dengan spiritual sudah bagian terpenting bagi pengurus IPNU-IPPNU di seluruh daerah khususnya di Sumenep,” katanya.
Narasumber pada kegiatan ini, M Muhri turut salut atas berbagai upaya yang dilakukan IPNU maupun IPPNU di Sumenep. "Dalam pandangan saya, IPNU dan IPPNU adalah organisasi pelajar yang paling aktif dibandingkan organisasi kepelajaran lain yang ada di Sumenep bahkan di seluruh Indonesia,” ungkap Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep ini. Hal tersebut juga menjadi pertanda keberadaan Banom di NU ini sangat teguh dalam memegang komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dengan mengacu pada para pendiri NU, yakni para kiai, lanjutnya.
Menurut Muhri, dengan kaderisasi juga dapat menjadi harapan bagi lahirnya kader yang dapat melanjutkan estafet perjuangan. “Khususnya bagi keberlangsungan NU sebagai Ormas terbesar di Indonesia,” tandasnya.
Tampak hadir pada pembukaan Makesta beberapa Banom salah satunya Fatayat NU Kecamatan Guluk-guluk. (Bahri/Ibnu Nawawi)