Daerah

Jaga Aswaja Annahdliyah dan NKRI, Tugas Pokok Banser dan Wanser

NU Online  ·  Sabtu, 10 Februari 2018 | 12:30 WIB

Tulungagung, NU Online
Komandan Corp Provost Banser (CPB) Nasional, H Imam Kusnin Ahmad menegaskan ada dua tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh seluruh anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan Dateseman Wanita Serbaguna Banser (Wanser).

Pertama, mempertahankan dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunah Wal Jamaa’ah Annahdliyah. Kedua, mempertahankan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia di bumi Indonesia ini.

“Kalau sampean tanya apa tugas Banser dan Wanser. Intinya ada dua tugas pokok yang harus dijalankan. Yakni Mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja NU. Kedua mempertahanakn NKRI,’’ ujar H Imam Kusnin Ahmad di hadapan 139 calon anggota Banser dan 19 Wanser NU ketika mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tulungagung, di Gedung Kampus Pascasarjana IAIN Tulungagung Sabtu (10/2) pagi.

Sebagai benteng ulama NU, Banser dan Wanser, lanjut Kang Kusnin, harus meneruskan perjuangan para ulama NU dan kiaia-kiai pesantren, yakni mengembangkan dan mempertahankan ajaran Aswaja. 

“Paham Aswaja selama ini yang diikuti para kiai dan ulama. Untuk itu kita pertahankan dan kembangkan. Dengan cara apa caranya kita selalu mengerjakan dan mengikuti amalan-amalan hasanah yang telah ditauladani para ulama dan kiai NU,’’ katanya. 

Kedua, mengapa NKRI harus dipertahankan. Karena, lanjut mantan Kasatkorwil Banser Jatim ini, NKRI bukan hadiah dari para penjajah. Namun, hasil keringat dan perjuangan para pendiri bangsa ini, termasuk keringat para ulama dan kiai NU. 

“Jadi Banser dan wWnser ini telah mengalir darah para pahlawan bangsa seperti Mbah Hasyim Asy'ari, Mbah Wahab Chasbullah, Mbah KH Masykur (Komandan Laskar Sabilillah). dan Mbah KH Zainal Arifin (Komandan Laskar Hisbulloh) cikal bakal satuan Banser. Sehingga wajib bagi Banser dan Banser mempertahankan NKRI ini,’ terang Ketua ISNU Kabupaten Blitar ini.

Bagaimana caranya, kata Kusnin dengan terus menggalang persatuan dan kesatuan diantara para komponen bangsa.

“Kita harus terus menerus menjalain kerjasama dengan antar elemen bangsa demi teggaknya bumi pertiwi ini,’’ katanya.

Menurut Kusnin, Banser dan Wanser tidak boleh lengah, karena banyak pihak yang menginginkan NKRI ini hancur lebur. Kalau sudah hancur mereka ingin menguasai negara yang subur dan gemah lipah loh jinawi ini.

“Kita jangan terlena dengan rayuan dan ajakan dari pihak mana saja yang ujung-ujungnya mau menghancurkan keberadaan NKRI ini,’’ tandasnya.

Sementara itu Kepala Satkorcab Banser Tulungagung Yoyok Mubarok, menjelaskan, bahwa DTD (Diklat Terpadu Dasar) ini berlangsung selama 3 hari mulai 9-11 Februari 2018 di Kampus Pascasarjana IAIN Tulungagung.

“DTD kali ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program Satkorcab Banser Tulungagung yang mengagendakan tahun 2018 ini akan merekrut 1000 anggota Banser dan Wanser,’’ ungkap Yoyok.
 
Selanjutnya kegiatan yang sama akan berlangsung pada 23-25 Februari mendatang di PAC Rejotangan. Disusuk 9-11 Maret di PAC Karangrejo, 16-10 Maret di PAC Bandung, 30 Maret-1 April di PAC Kaumana, 13-15 April di PAC Kota Tulungagung dan seterusnya di PAC Pakel jadwal penyusul.

Insyaallah di akhur tahun 2018 target 1000 diklat Banser dan Wanser terpenuhi,’’ harapnya. (Red: Kendi Setiawan)


Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang