Daerah

Kader PMII Harus Miliki Kecerdasan Membaca Situasi Zaman

NU Online  ·  Ahad, 29 Juli 2018 | 11:45 WIB

Kader PMII Harus Miliki Kecerdasan Membaca Situasi Zaman

H Nu'man Abdul Hakim, alumnus PMII Kabupaten Bandung angkatan 1973

Bandung, NU Online 
Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus memiliki kecerdasan memahami situasi zaman. Sebab, kalau tidak memilikinya, kader-kader PMII akan tergilas dan termarjinalkan. 

Hal itu diungkapkan PMII angkatan 1973 H. Nu’man Abdul Hakim pada Temu Alumni dan Halal Bihalal Keluarga Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung di Gedung Juang Kabupaten Bandung, Ahad (29/7). 

“Kalau tidak memiliki kecerdasan semacam itu, tahun 2050 PMII hanya tinggal marsnya,” katanya pada kegiatan bertema Dituntun ku Santun Dipiara ku Rasa Dilatih ku Peurih Diasuh ku Lungguh Diasah ku Kanyaah itu. 

Ia juga mengingatkan PMII menghadapi era kompetitif. Lagi-lagi, menurut dia, jika PMII tidak memiliki skill sesuai kebutuhan zaman, alumninya akan tergilas dan termarjinalkan. Makanya ia menganjurkan untuk memiliki keunggulan kompetitif.

Salah satu cara untuk menganani era kompetitif tersebut, ia menganjurkan kepada PMII saat ini getol memperbanyak pelatihan. Tentu saja pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di masa yang akan datang. 

“Kalau tidak cerdas akan tertindas,” kata pria kelahiran Cigondewah yang kenyang asam garam dunia politik itu, “PMII tidak akan ada lagi di kampus-kampus kalau tidak menyediakan hal itu. Susun rancana dari sekarang!” tegasnya berapi-api. (Abdullah Alawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang