Kedatangan Islam di Indonesia Angkat Tradisi Lokal
NU Online · Sabtu, 27 September 2014 | 17:11 WIB
Solo, NU Online
Sebelum agama Islam masuk ke Nusantara, para penduduknya telah terlebih dahulu memiliki seperangkat nilai dan tradisi. Beberapa tradisi ini kemudian justru menjadi pintu masuk bagi para pendakwah untuk mengajak masyarakat memeluk agama Islam.
<>
Mereka mengemas sedemikian rupa tradisi yang ada seperti acara sekaten, sehingga mengandung ajaran Islam. Kemudian di era Walisongo juga dikenalkan wayang, gamelan, dan kesenian lainnya sebagai media dakwah.
“Maka dari itu, Islam masuk bukan dengan meniadakan tradisi setempat, tapi memodifikasinya supaya Islami,” terang Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, pada pengajian pengajian Menuju Taqwa Allah (Metal) di Gapura Masjid Agung Surakarta, Kamis (25/9) malam.
Dengan pendekatan semacam ini, banyak penduduk yang kemudian berkenan secara rela memeluk Islam. “Dakwah lewat kultural, lebih masuk dibanding dakwah lewat struktural. Makanya Walisongo berdakwah lewat budaya, dan hasilnya sukses besar,” kata Habib Muhammad.
Selain mendengarkan taushiyah Habib Muhammad, dalam kesempatan tersebut jamaah juga mengikuti ceramah KH Abdul Aziz dari Temanggung. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua