Ratusan Jamaah dari Berbagai Daerah Khidmat Ikuti Dzikir Saman di Pesantren Qomaruddin Gresik
NU Online · Sabtu, 29 Maret 2025 | 21:45 WIB
Gresik, NU Online
Langgar Pondok Pesantren Qomaruddin, Desa Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berbmangsur-angsur penuh oleh jamaah yang mengikuti Dzikir Saman, pada Jumat (28/03/2025).
Sebelum mulai pada pukul 21.00 WIB, jamaah tampak bercengkerama satu sama lain. Para alumni Pondok Qomaruddin dari berbagai angkatan tampak saling sapa.
Warga Desa Bungah juga beramah-tamaah dengan warga pondok. Tak lupa, pihak pondok menyajikan hidangan kopi sebagai bunga kemesraan. Selain sebagai ajang untuk berzikir mengingat Allah, Dzikir Saman juga menjadi ruang untuk saling silaturahim dan mengakrabkan diri.
Pelaksanaan Dzikir Saman dipimpin oleh Pemangku Pesantren Qomaruddin KH Alauddin, yang nampak didampingi oleh KH Nur Sahid.
Sebelum dimulai, sosok yang juga merupakan Ketua Tanfidziyah MWCNU Bungah itu menjelaskan perihal maksud dan tujuan pelaksanaan Dzikir Saman.
"Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan Dzikir Saman Pondok Sampurnan yang sudah berjalan sejak zaman Kiai Ismail, Kiai Sholeh Mustofa. Sanadnya dari Syaikhona Kholill (Bangkalan), sebagai salah satu upaya untuk menggapai Lailatul Qadar," tutur Kiai Alauddin.
Sementara itu, kelestarian Dzikir Saman di Pondok Pesantren Qomaruddin ini biasanya berlangsung pada malam 29 Ramadhan. Dalam kesempatan itu, Kiai Alauddin juga menjelaskan tentang makna-makna bacaan yang terkandung dalam Dzikir Saman, yakni Allah Hay, Hu, dan A Hu.
Selain itu, Kiai Alauddin menjelaskan sanad dari Dzikir Saman dari para masyayikh Pondok Sampurnan hingga Syaikhona Kholil Al-Bangkalani. Kegiatan Dzikir Saman juga dapat disimak di Youtube Pondok Qomaruddin.
Setelah memberikan sambutan, Kiai Alauddin langsung membuka dengan mengirimkan doa kepada para masyayikh dan muassis Pondok Pesantren Qomaruddin, para leluhur Desa Bungah, dan Muslimin-muslimat. Setelah itu langsung dibuka dengan membaca bacaan seperti tahlil.
Hingga di saat akan membaca Laa Ilaaha Illallah, para jamaah membaca dengan nada khas Dzikir Saman. Bacaan-bacaan Dzikir Saman kemudian dibaca secara bersama-sama.
Bacaan itu dimulai dengan pembacaan ayat Alquran seperti membaca rawi saat muludan oleh KH Masykuri Hasan. Tak lama, lampu langgar Sampurnan dan sekitarnya dimatikan, sedangkan para jamaah sebagian maju ke depan agar lebih khidmat dan nikmat mengingat Allah dengan membaca Dzikir Saman bersama-sama.
Seusai dengan khidmat mengikuti Dzikir Saman, ratusan jamaah menikmati tanja'an, yakni makan bersama dengan wadah talam besar. Satu talam dimakan lima orang hingga lebih.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua