Kepala MAN 1 Pringsewu Ajak Guru Gaungkan Moderasi dalam Beragama
NU Online · Sabtu, 23 Februari 2019 | 03:00 WIB
Pada tahun 2019, Kementerian Agama melakukan penguatan kepada seluruh pegawainya terkait moderasi dalam beragama. Moderasi agama yang dimaksud adalah meyakini dengan seyakin-yakinnya agama kita dengan menghormati pemahaman dan agama orang lain.
Moderasi agama dicirikan dengan memiliki posisi pemahaman agama yang berada di tengah-tengah, tidak ke kanan dan tidak ke kiri, dan tidak menyalahkan, mencela terlebih-lebih mengkafirkan orang lain.
Hal ini disampaikan Kepala MAN 1 Pringsewu H Almadi, Sabtu (23/2) dalam pembinaan kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah tersebut menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Kementerian Agama se-Provinsi Lampung beberapa waktu lalu.
"Dalam pemahaman agama kita harus berada di tengah dengan tidak menyalahkan orang lain. Kerukunan harus dirawat karena kerukunan adalah kekayaan nyata. Tanpa kerukunan nonsense bisa membangun," tegas Almadi yang baru saja menjabat Kepala MAN 1 Pringsewu ini.
Almadi pun memberikan contoh nyata bagaimana pemahaman radikal bisa masuk dalam pola pikir siapa saja yang merusak citra perdamaian dan kerukunan. Di antaranya kisah Ali Bin Abi Thalib yang dibunuh oleh Ibnu Mulzam, orang yang hafal Qur'an dan rajin beribadah, karena memiliki pemahaman radikal.
Pola pikir dan pemahaman agama yang radikal ataupun sekuler saat ini sudah merebak dan sudah saatnya menggaungkan Islam Moderat di tengah-tengah masyarakat. Mengutip rilis Badan Inteligen Negara (BIN), Almadi mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 40 aliran Islam Radikal yang berada di Indonesia.
"Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik di mana kepentingan politis bisa masuk melalui agama dan pemahaman radikal bisa saja tumbuh melalui momen Pilpres ini. Silahkan sesuai dengan hati nurani masing-masing dengan memilih yang terbaik," katanya.
Sehingga Almadi pun berpesan kepada seluruh dewan guru untuk dapat menularkan paham moderasi dalam beragama kepada para peserta didik. Dengan langkah ini ia berharap para peserta didik MAN 1 Pringsewu akan menjadi pioner dalam menyebarkan Islam Moderat di tengah-tengah masyarakat. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua