Bangkalan, NU Online
Menjadi pengurus Nahdlatul Ulama tidak semata aktif sebagai pegiat jamiyah, juga hendaknya memperhatikan keberadaan pesantren dan Madrasah Diniyah atau Madin. Karena keduanya juga sebagai pilar organisasi sosial keagamaan ini, khususnya di kawasan pedesaan.
Penegasan tersebut disampaikan KH Makki Nasir saat memberikan sambutan dalam rangkaian pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Konang, Bangkalan, Jawa Timur. Bahkan pada kegiatan yang berlangsung di lapangan kecamatan setempat tersebut dilakukan pelantikan kepengurusan ranting seluruh desa.
“Pengurus harus aktif mengurus NU, lebih-lebih juga turut memperhatikan pesantren dan madrasah diniyah, sebagai pilar dari NU di pedesaan,” kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bangkalan tersebut, Rabu (15/8) malam.
Cicit Syaikhana Kholil dari Nyai Asma' ini juga menyampaikan dengan tegas pentingnya bekhidmat di NU. “Karena dengan ber-NU, kita insyaallah akan diakui sebagai santrinya Syaikhana Kholil dan Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari,” ungkapnya.
Sekretaris MWCNU Konang, Kholilurrohman menyampaikan pentingnya melibatkan pemuda. “Karena dengan hadirnya wajah pemuda, maka organ NU lebih kuat. Dan mampu membuat gerakan,” ungkapnya.
Sejumlah tokoh tampak hadir memeriahkan pelantikan yang diisi dengan shalawat tersebut. Ada KH Faruq Abdul Aziz, KH Ali Wahdin Ibrohim, Kiai Margono, dan tokoh yaitu Ketua GP Ansor Konang, Asru dan Mudhar.
Shalawat bersama dipimpin KH Fachri Aschal dari Demangan dan tim Ahbabul Mustafa.Tidak semata bershalawat, pada malam tersebut juga dinyanyikan lagu nasional sebagai bentuk rasa cinta dan menjaga NKRI. (Alifia Nazla M/Ibnu Nawawi)