Daerah

KMNU UPI Luncurkan Buletin Mahasiswa untuk Sebar Paham Aswaja

NU Online  ·  Selasa, 31 Juli 2018 | 18:00 WIB

Bandung, NU Online
Beberapa waktu yang lalu, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) merilis data tentang perguruan tinggi yang terpapar paham radikalisme. Ada pihak yang menyayangkan data BNPT tersebut yang dinilai blunder. Namun, bukankah sebaiknya kita mencegah dan tanggap akan data tersebut? Nyatanya, beberapa aksi-aksi teror yang terjadi di berbagai daerah seperti di Riau dan Mako Brimob ikut diperankan oleh mahasiswa. Artinya, sangat dimungkinkan bahwa lingkungan kampus dapat menjadi sasaran empuk terpaparnya paham radikalisme dan terorisme.

Menurut BNPT, ada empat kriteria sikap yang dapat dinilai radikal, yaitu: ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama; takfiri atau mengkafirkan orang lain; mendukung, menyebarkan, dan mengajak bergabung dengan ISIS/IS; serta memaknai jihad secara terbatas.

Empat kriteria radikal ini sangat bertentangan dengan paham yang diajarkan oleh Ahlussunnah wa Jama'ah (Aswaja) Oleh karena itu, lingkungan kampus perlu diisi dengan paham-paham Aswaja ala NU pada khususnya yang mengajarkan sikap kemasyarakatan yang tawasuth dan i'tidal (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan amar ma'ruf nahi munkar. Sikap kemasyarakatan seperti itu tentunya akan menjauhkan para mahasiswa dari paham yang arogan, keras, ekstrim, eksklusif, dan radikal.

Menanggapi hal-hal di atas, KMNU UPI berinisiatif untuk membuat buletin mahasiswa yang dapat menyebarkan paham Aswaja dan mencegah radikalisme di lingkungan kampus. Buletin ini akan luncur perdana pada 1 Agustus 2018.

"Buletin ini kami sebut Buletin Saptabhinaya yang namanya sesuai dengan nama kabinet kepengurusan KMNU UPI masa khidmah 2018-2019. Saptabhinaya adalah semangat yang harus dimiliki pengurus KMNU UPI sehingga dalam penamaannya saya harap seluruh anggota dapat dengan semangat menyebarkan paham Aswaja dan mencegah radikalisme di lingkungan kampus melalui buletin ini", kata Ketua Umum KMNU UPI M. Irfansyah Maulana yang merupakan mahasiswa prodi Kimia UPI dan alumni Pesantren Cipasung Tasikmalaya ini.

Menurut keterangannya, KMNU UPI siap ikut serta bersama PBNU untuk menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah dan membantu instansi pemerintah seperti Polri dan Polda Jabar dalam mencegah radikalisme dan terorisme khususnya di lingkungan kampus. (Maulana Muhammad/Abdullah Alawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang