Daerah

Lalai Berdzikir, Setan Akan Menancap dalam Hati

NU Online  Ā·  Ahad, 16 Juni 2019 | 05:00 WIB

Pontianak, NU Online
Manusia hendaknya terus menghadirkan Allah SWT. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan kerap berdzikir atau ingat kepada-Nya. Karena bila sampai lalai, maka akibatnya diri akan dikuasai oleh setan dengan perilaku negatif.

Penegasan ini disampaikan H Syarif yang menjadi narasumber acara 'Halal bi Halal, Syukuran dan Dzikir Kebangsaan bersama KH Mansyur Syihab'. Kegiatan berlangsung di aula Pondok Pesantren Nahdlatus Syubban, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (15/6).

Menurut H Syarif, bahwa penyakit hati yang diakibatkan lalai dalam berdzikir akan menimbulkan sifat ego dan amarah yang menggebu-gebu. Oleh sebab itu, diupayakan untuk terus mengendalikan diri dengan cara menghadikan Allah SWT dalam setiap desahan napas.

Akibat mereka yang kerap melupakan Allah, akan berujung pada perilaku yang tidak terpuji. ā€œSeperti sifat ujub yakni takjub akan dirinya, takabur, riya dan semacamnya,ā€ kata Rektor IAIN Pontianak tersebut.

Menurutnya, posisi dzikir sangatlah penting dalam perjalanan hidup. ā€œKarena jika ada orang yang lalai berdzkir kepada Tuhannya sedetik saja, maka setan akan menancap di hati,ā€ pesannya.

Kegiatan diisi pembacaan dzikir kebangsaan yang dipimpin langsung oleh KH Mansyur Syihab. Sedangkan Bambang Saputra menyampaikan fadilah dan keutamaan dzikirĀ  ā€œBahwa tidak ada yang bisa kita andalkan di hadapan Allah SWT kecuali dengan dzikir,ā€ jelasnya.

Bahkan dalam pandangannya, amal ibadah hendaknya diawali dengan dzikir yakni menghadirkan Allah SWT. ā€œJangan pernah menanyakan apa manfaat berdzikir, karena sesuatu yang disenangi Allah dan Rasulnya juga akan jadi rahasia,ā€ ungkapnya.

Menurut guru besar IAIN Pontianak tersebut, kondisi dan situasi bangsa Indonesia saat ini bahwa banyak hal yang terjadi. ā€œTapi sampai hari ini masih bisa diatasi, itu karena kita sebagai warga negara masih taat, masih ingat akan masa depan negeri ini,ā€ katanya.

Dirinya juga berpesan bahwa antar umat beragama jangan saling menyudutkan kendati memiliki perbedaan. ā€œBerbeda pendapat boleh, tapi bertengkar jangan,ā€ tandasnya.

Kegiatan ini dihadiri H Syarif selaku Rektor IAIN Pontianak, Bambang Saputra. H Syaifudin Herlambang selaku Ketua PCNU Kota Pontianak dan undangan. (Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang