Jember, NU Online
Sesungguhnya semangat dan kemauan nahdliyin untuk berusaha dan memberdadayakan dirinya sendiri cukup tinggi. Namun sering terkendala dalam masalah modal. Akibatnya tak jarang di antara mereka terjebak dalam jeratan rentenir dengan bunga yang mencekik leher.
Kenyataan itulah yang melatar belakangi munculnya keinginan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Silo, Jember, Jawa Timur untuk mendirikan Primkopsim (Prima Koperasi Syirkah Muawanah). Tekad tersebut dicetuskan pada rapat di kantor setempat, Jumat (24/8).
“Kami telah sepakat untuk mendirikan koperasi guna memberdayakan kita dan ekonomi umat. Dan kesepakan ini mari kita dukung, kita realisasikan bersama,” kata Sekretaris MWCNU Silo, H Fauzan di sela rapat.
Menurutnya, usaha-usaha pemberdayaan umat merupakan program yang cukup mendesak karena selama ini hal tersebut merupakan kelemahan umat Islam, termasuk warga NU. Sehingga kelemahan itu tak jarang digunakan sebagai pintu masuk bagi penetrasi paham-paham menyimpang (radikal) maupun kepentingan politik. Dan dari situlah, titik api konflik horizontal memercik.
“Selain soal itu, pemberdayaan dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan kita,” ungkapnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Divisi Pengembangan SDM Provinsi Jawa Timur dan Bali Inkopsim (Induk Koperasi Syirkah Muawanah), Khusin Romadhon mengapresiasi rencana tersebut, dan menyatakan siap untuk memfasilitasi segala kebutuhan.
Dikatakan Khusin, Inkopsim yang notabene merupakan rintisan PBNU, terus mendorong pemberdayaan ekonomi umat dengan usaha-usaha nyata di lapangan.
“Inkopsim mendukung penuh bagi nahdliyyin untuk membuat koperasi atau usaha-usaha kecil menengah,” jelas pentolan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Jember itu.
Rapat dihadiri Ketua MWCNU Silo, H Madani dan segenap jajarannya serta para ketua Ranting NU setempat. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)