LPNU Jember Siap Mendampingi Pedagang Terdampak Covid-19
NU Online Ā· Selasa, 2 Juni 2020 | 03:00 WIB
Aryudi A Razaq
Kontributor
Nasib pedagang tradisional terdampak Covid-19 di Jember, tetap merana. Setelah semua pasar tradisional dan pusat perbelanjaan ditutup selama sepekan, dan kini dibuka kembali,Ā namun nasib mereka tak beranjak dari kesusahan. Paling tidak, itulah yang dirasakan oleh Ibu Bambang. Pedagang asal Lingkungan Condro, Kaliwates, Kabupaten Jember itu mengaku susah karena sepi pembeli.
āSeminggu tutup setelah lebaran, sekarang masih sepi, jualan tidak lakuā ujar pedagang sayur dan buah di trotoar pasar Tanjung, Jember itu kepada NU Online di Jember, Senin (1/6).
Tidak laku bukan karena tidak ada yang mau membeli, tapi karena pembeli sangat dibatasi lantaran ada penerapan physicalĀ distancing. Sehingga mau tak mau menganggu lakunya jualan. Apalagi pedagang boleh buka lapak setelah jam 11.00 WIB.Ā Bagi Ibu Bambang, hal tersebut tentu sangat merugikan, apalagi masa jual sayuran maksimal dua hari, lebih dari itu layu.
āMau bilang apa kalau begini, saya bingung. Bantuan juga tidak ada, itu hanya katanya-katanya. Saya juga tidak pernah dimintai foto copy KTP atau apa,ā jelasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang buah nangka, Pak Lilur. Pria asal Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember itu membuka lapak di trotoar timur pasar Tanjung, Jember. Ia mengungkapkan tak ada pemasukan sama sekali karena pedagang tidak leluasa masuk area pasar Tanjung lantaran penerapan physical distancing.
āIni kan susah, pedagang sudah boleh buka, tapi yangĀ mau beli tidak boleh masuk, ini gimana?ā katanya.
Ia menyatakan tak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah setempat terkait dampak Covid-19. Padahal, ia mengaku pernah dimintai foto copy KTP sebelum bulan Ramadhan lalu.
āTapi sampai detik ini tidak ada bantuan apapun,ā ujarnya.
Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Cabang Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LKNU) Jember, Hery Purnomo menyatakan siap memberikan pendampingan terhadap pedagang tradisional Jember, temasuk yang ada di pasar Tanjung. Pendampingan tersebut diantaranya berupa upaya pemenuhan hak-hak padagang terkait dampak Covid-19.
āJangan lupa, pedagang terdampak Covid-19 itu rata-rata warga NU. Sebagai warga terdampak Covid-19, mereka punya hak (bantuan).Ā Dan jangan lupa pula anggaran penanganan Covid-19 di Jember cukup besar, yaitu Rp479 Miliar,ā ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Jember, Gatot Triyono belum menjawab konfirmasi via aplikasi WhatsApp.
āMasih rapat,ā balasnya ke NU Online, Selasa (2/5).
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua