Brebes, NU Online
Meski berusia senja, Sahudi (55) dari Jatibarang Brebes, keroyo royo datang ke Bantarkawung, Brebes yang berjarak lebih kurang 70 kilometer hanya pengin diakui sebagai anggota Banser. Dia bertekad akan menjadi Banser Sejati, membaktikan diri pada NU meski tak lagi muda.Â
"Saya datang ke sini pengin jadi Banser, gak ada yang maksa, semoga diterima," ungkap Sahudi ketika NU Online menanyakan motivasi apa yang mendorong dia ikut Pelatihan Kepemimpinan Dasar dan Pendidikan Pelatihan Dasar (PKD/Diklatsar) Banser, di SMK Maarif NU 2 Bantarkawung, Sabtu (17/3).
Sahudi merasa senang sekaligus bangga dengan ikut diklatsar. "Saya bangga jadi Banser, meski sudah tua," ucapnya bangga.
Hal serupa disampaikan Evan Miladul Azis (15) peserta termuda ini menaruh harapan besar kepada Banser agar dirinya bisa mendapat bimbingan dari para senior sehingga bisa lebih mantap mengikuti kegiatan Ansor Banser.Â
Ketua PAC Gerakan Pemuda (GP)Ansor Bantarkawung Ahmad Faizin menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti 268 peserta. Mereka tidak hanya berasal dari Kecamatan Bantarkawung saja tetapi juga dari Kecamatan lainnya bahkan ada yang datang dari Cimanggu Cilacap.Â
"Alhamdulillah, Banser kini juga diminati wanita, terbukti ada 7 peserta wanita yang ikut dalam kegiatan ini," tutur Faizin.
PKD Diklatsar Banser Ansor mengusung tema "Mencetak Kader Militan Untuk Setia Menjaga Nilai nilai Aswaja dan Setia pada NKRI".
Ketua PC GP Ansor Brebes Ahmad Munsip berharap, lewat kegiatan ini tercipta kader Ansor Banser militan, yang siap menghadapi tantangan zaman dan siap berjuang menegakkan islam aswaja an-nahdliyah dan merawat kebinekaan NKRI. Untuk itu, kata Munsip, Kaderisasi menjadi salah satu pondasi utama kokohnya organisasi.Â
GP Ansor di Brebes, merupakan salah satu daerah yang paling deras melakukan kaderisasi, baik tingkat dasar berupa PKD/Diklatsar untuk calon anggota Ansor dan Banser baru maupun pengkaderan lainnya.
"Kami bertekad, kaderisasi tiada henti," tekadnya.
PKD Diklatsar Ansor Banser dibimbing jajaran instruktur dari PW Ansor Jateng. Â
Peserta mendapatkan materi dan praktek antara lain ke Ansor an, Ke NU an, Aswaja, teknik pengamanan, PBB, pengaturan lalu lintas, amaliyah dan tradisi NU. Kemudian Banser dan aturannya, keorganisasian, kepemimpinan, pencegahan radikalisme, keindonesiaan dan kebangsaan. (Wasdiun/Muiz)