Cirebon, NU Online.
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kec Susukan Lebak Kab Cirebon beranggapan bahwa tidak semua yang bersifat formalitas dan simbolis itu tidak penting. Hal ini disampaikan oleh Kiai Ahmad Mutohar, ketua tanfidziyah terpilih dalam konferensi MWC NU, Ahad (9/12).
<>
“Tidak semua yang bersifat formalitas dan simbolis itu boleh dianggap tidak penting, asalkan kita tidak meninggalkan substansi yang ada di dalamnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan untuk sengaja mendahulukan hal-hal yang bersifat atribut dan simbol sebagai pemacu kesemangatan dan eksistensi bagi para pengurus dan warga nahdliyin untuk semakin mencintai NU. Melalui penerbitan kalender NU misalnya, seseorang akan terus menerus terasupi nilai-nilai ke-NU-an melalui filosofi-filosofi dan semangat kegiatan yang tergambar di dalamnya.
MWC NU Kec Susukan Lebak telah dinilai berhasil dalam melaksanakan program-program yang telah dirancang para pengurusnya. Sebagai bentuk program jangka pendek, pengurus MWC NU Kec Susukan Lebak secara berkala menerbitkan kalender NU yang diterbitkan secara mandiri oleh koperasi NU “An-Nahdloh”. Selain kalender, koperasi tersebut juga mencetak stiker-stiker NU dan pengadaan papan nama untuk dipasang di setiap sekretariat ranting yang bernaung di bawahnya.
Kalender dan stiker yang diterbitkan serta didistribusikan oleh MWC NU Kec. Susukan Lebak diantaranya memuat tentang kilasan sejarah NU, gambar tokoh-tokoh pendiri, semboyan dan qaul-qaul ulama, serta beberapa foto agenda MWC NU yang telah digelar.
“Melalui hal-hal yang sederhana seperti kalender dan stiker kami berharap bahwa keberadaan NU di wilayah kami semakin terasa, sehingga hal tersebut dapat semakin menguatkan militansi warga masyarakat terhadap Nahdlatul Ulama,” tambah Kiai Ahmad Mutohar.
Selain hal-hal yang bersifat simbolis, MWC NU Kec. Susukan Lebak juga telah melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat, seperti pendirian koperasi, media silaturrahmi melalui agenda lailatul ijtima’, serta pendidikan ke-NU-an baik setiap generasi masyarakat di wilayahnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Sobih Adnan
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
5
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua