Probolinggo, NU Online
Dalam rangka menciptakan wirausaha baru di kalangan santri, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo memberikan tata cara beternak sapi, kambing, ayam dan puyu di lingkungan pesantren se Kecamatan Gading.<>
“Kegiatan ini kami lakukan untuk menciptakan santri entrepreneur di kalangan pesantren. Sehingga begitu lulus dari pesantren dan turun ke tengah-tengah masyarakat, para santri memiliki bekal keterampilan dengan memanfaatkan potensi daerah masing-masing,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gading M. Fauzan Adzim, Ahad (21/9).
Sebagai pilot project dan percontohan kepada pesantren lain, pelatihan wirausaha ini dilaksanakan di Pesantren Miftahul Jannah Desa Wangkal Kecamatan Gading. Dimana para santri mengumpulkan iuran uang untuk membeli puyu yang selanjutnya dikembangkan bersama seluruh keluarga pesantren. Dalam mengembangkan santri entrepreneur ini, para santri dibimbing oleh Gus Fauzan atau lebih akrab dipanggil Gus Ujang.
”Pelatihan ini dilakukan dengan harapan santri mampu hidup mandiri dan berkarya dengan mengembangkan bakat dan keterampilan yang dimilikinya. Sehingga para santri tidak hanya menunggu kiriman dari orang tua. Hitung-hitung bisa meringankan beban orang tua,” jelasnya.
Menurut Fauzan, pelatihan ini diberikan karena para santri merupakan calon pemimpin dan penerus perjuangan para alim ulama. Oleh karenanya, santri tidak hanya mampu menguasai ilmu agama saja, tetapi juga bisa mengikuti perkembangan zaman yang salah satunya melalui bekal keterampilan tentang tata cara beternak.
”Santri itu adalah penerus perjuangan ulama NU. Sehingga santri harus bisa berdaya dan mampu menjadi motivator dalam menggerakkan perekonomian yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (Syamsul Akbar/Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua