NU Pekalongan Minta Nahdliyin Lakukan Tiga Hal
NU Online · Sabtu, 29 Agustus 2020 | 16:30 WIB
Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan H Kasiman Mahmud Desky (tengah pegang mic) saat berpidato dalam acara selapanan keliling PCNU Kota Pekalongan. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Abdul Muiz Cholil
Kontributor
Pekalongan, NU Online
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jawa Tengah, H Kasiman Mahmud Desky, meminta kepada warga NU untuk dapat melakukan tiga hal, yakni menguatkan ideologi Aswaja di lingkungan keluarga, memperhatikan pendidikan putra-putrinya, dan melakukan gerakan ekonomi.
"Jangan sampai di lingkungan keluarga kita memiliki ideologi yang berbeda satu sama lain. Harus satu, yakni berideologi Ahlussunnah Wal Jamaah," tegasnya.
Hal itu disampaikan Kasiman pada acara rutinan 'Jumat Manisan' yang dihelat PCNU Kota Pekalongan yang bertempat di Masjid Al-Ikhlas Komplek Jetayu, Jumat (28/8) malam.
Dikatakan, hingga saat ini di lingkungan Nahdliyin masih ditemukan ideologi antara orang tua dengan anaknya berbeda gara-gara sekolah anaknya di sekolah milik ormas sebelah.
"Ini tidak boleh terjadi. Maka yang kedua, sekolahkan putra-putri kita ke lembaga yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah. Jika kesulitan juga, maka mondok solusinya," tandas H Kasiman.
Disampaikan, untuk memenuhi kebutuhan warga NU di Kota Pekalongan, PCNU secara bertahap menyediakan pendidikan yang berkelas, bermutu, dan berkualitas. Meski diakui untuk mewujudkannya berbiaya mahal.
"Lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU mulai dibenahi sarana dan prasarananya, termasuk guru dan para pengelolanya. Bahkan, saat ini PCNU Kota Pekalongan telah memiliki sekolah terpadu," ungkapnya.
Hal yang ketiga, lanjut dia, yakni memperhatikan ekonomi warga NU dengan bersama-sama memiliki tanah di tempat-tempat strategis. "Saat ini, investasi tanah lebih menguntungkan dibanding dengan emas. Oleh karena itu, kita harus lakukan itu secepat mungkin," pintanya.
Wakil Ketua PCNU Kota Pekalongan H Ahmad Tubagus Surur menambahkan, kegiatan Jumat Manisan yang digelar rutin setiap 35 hari sekali selain diisi ngaji kitab 'Adzkar an-Nawawi', juga dialog seputar masalah keagamaan dan organisasi.
"Kegiatan rutin selapanan keliling dari ranting ke ranting alhamdulillah banyak diminati dan dihadiri oleh jajaran PCNU, MWCNU, dan Ranting NU se-Kota Pekalongan," jelasnya.
Surur berharap, kegiatan rutin PCNU tidak hanya oleh jajaran pengurus saja. Akan tetapi, warga NU juga bisa ikut hadir. Pasalnya, materi pengajiannya sangat menarik untuk diketahui oleh warga Nahdliyin yang diampu Rais PCNU Kota Pekalongan KH Zakaria Ansor.
Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua