NU Wates Dapat Pendampingan Inkubasi Wakaf Produktif Kemenag Kulon Progo
NU Online Ā· Sabtu, 13 September 2025 | 18:00 WIB
Koordinasi pengembangan Kota Wakaf dan Inkubasi Wakaf Produktif di Gedung Riptaloka Kemenag Kulon Progo, Kamis (11/9/2025). (Foto: istimewa)
Markaban Anwar
Kontributor
Kulon Progo, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wates menjadi salah satu penerima pendampingan inkubasi wakaf produktif dari Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program ini digagas dalam rangka memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat dan diluncurkan melalui kegiatan koordinasi pengembangan Kota Wakaf dan Inkubasi Wakaf Produktif di Gedung Riptaloka Kemenag Kulon Progo, Kamis (11/9/2025).
Dalam program ini, PCNU Wates akan mengelola usaha air mineral dengan nilai manfaat sebesar Rp75 juta.
Selain PCNU Wates, dua unit usaha lain juga mendapatkan pendampingan, yakni Kebun Markisa di Galur yang dikelola PCM Galur dengan nilai manfaat Rp75 juta, serta program Empon-Empon Sejahtera di Kalibawang, Kokap, Girimulyo dengan target pendanaan Rp100 juta dari investor/funding.
Kepala Kemenag Kulon Progo, HMĀ Wahib JamilĀ dalam sambutannya menegaskan bahwa wakaf tidak hanya dipahami sebatas ibadah jariyah yang berhenti pada tanah makam atau masjid.
Lebih dari itu, wakaf memiliki potensi besar untuk dikelola secara produktif guna mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengentasan kemiskinan.
"Wakaf bukan hanya soal manfaat dunia, tetapi juga komitmen ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Karena itu, nadzir didorong untuk segera mengoptimalkan penataan dan pengelolaan lahan wakaf agar berdampak nyata bagi umat,ā jelasnya.
Sementara itu, Gara Zakat dan Wakaf Kemenag Kulon Progo, Haris WidiyantoĀ menegaskan bahwa inkubasi wakaf produktif ini merupakan pilot project yang akan menjadi acuan di masa mendatang.
"Para nadzir tidak hanya bertugas mengelola dana stimulan, tetapi juga memegang tanggung jawab moral untuk menyukseskan program wakaf produktif,ā katanya.
Melalui kegiatan ini, konsep Kota Wakaf dipaparkan sebagai ekosistem pemberdayaan berbasis wakaf yang menyatu dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sedangkan Inkubasi Wakaf Produktif dirancang untuk mendampingi para nadzir agar mampu mengelola wakaf secara profesional, modern, dan berkelanjutan.
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
6
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
Terkini
Lihat Semua