Daerah

LAZISNU PWNU Aceh Himpun Rp1,3 Miliar, Perkuat Pemulihan Korban Banjir

NU Online  ·  Selasa, 24 Februari 2026 | 15:30 WIB

LAZISNU PWNU Aceh Himpun Rp1,3 Miliar, Perkuat Pemulihan Korban Banjir

Warga Aceh Tamiang di pengungsian beberapa waktu lalu. (Foto: NU Online/Helmi Abu Bakar)

Banda Aceh, NU Online

Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Aceh menghimpun dana umat sebesar Rp1,3 miliar sepanjang 2024 hingga awal 2026. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai program kemanusiaan, terutama membantu korban banjir di sejumlah wilayah Aceh yang kini memasuki masa transisi pemulihan.


Capaian itu disampaikan Ketua LAZISNU PWNU Aceh Akmal Abzal dalam acara syukuran dan buka puasa bersama di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Ahad (22/2/2026).


“Sejak dipercaya mengemban amanah pada 2023, kami berhasil menghimpun donasi hingga Rp1,3 miliar. Puncaknya distribusi bantuan masif untuk korban banjir sejak akhir 2025 hingga Februari 2026,” ujarnya.


Akmal menjelaskan, dana tersebut disalurkan untuk santunan anak yatim, bantuan logistik korban banjir, dukungan bagi warga di pengungsian, serta program sosial-keagamaan di wilayah terdampak.


Ia menegaskan, meski masa khidmat PWNU Aceh periode 2021-2026 memasuki masa demisioner, kerja-kerja kemanusiaan tidak boleh terhenti.


Capaian LAZISNU Aceh juga mendapat pengakuan nasional melalui penghargaan dari Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf pada pembukaan Konferwil NU Aceh beberapa waktu lalu.


Ketua PWNU Aceh Faisal Ali atau Abu Sibreh mengapresiasi dedikasi pengurus LAZISNU. Ia menegaskan kebutuhan masyarakat terhadap kepedulian sosial tidak mengenal batas masa jabatan.


“Kebutuhan masyarakat tidak mengenal SK atau masa berakhirnya jabatan. Selama masyarakat membutuhkan, LAZISNU harus tetap hadir,” tegasnya.


Menurutnya, Aceh masih menghadapi angka kemiskinan dan dampak bencana yang belum sepenuhnya pulih. Karena itu, ia mendorong LAZISNU merancang program Ramadhan yang menyentuh sisi spiritual sekaligus sosial, termasuk buka puasa bersama di titik-titik pengungsian.


Ia juga mengajak seluruh jaringan Nahdliyin, termasuk PCINU di luar negeri, untuk bersinergi membantu masyarakat Aceh yang masih membutuhkan dukungan.


“Musibah mungkin sudah lewat, tetapi dampaknya belum selesai. Aksi kemanusiaan harus terus berlanjut,” ujarnya.


Senada dengan itu, aktivis Nahdliyin dan mantan Wakil Sekretaris Ansor Aceh Tgk Masrur menilai kehadiran LAZISNU pada masa transisi pemulihan sangat dirasakan masyarakat akar rumput.


Dalam kunjungannya ke wilayah terdampak banjir di Pidie Jaya, ia melihat warga tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga pendampingan moral dan perhatian berkelanjutan.


“Bantuan darurat penting, tetapi keberlanjutan lebih utama. Banyak warga masih membersihkan rumah dari lumpur, memperbaiki sanitasi, dan memulai usaha kecil dari nol. Di sini peran lembaga zakat seperti LAZISNU sangat strategis,” ujarnya.


Ia menegaskan, zakat, infak, dan sedekah harus menjadi instrumen pemberdayaan yang menghidupkan harapan masyarakat, bukan sekadar bantuan sesaat.


Acara syukuran dan buka puasa bersama tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai komitmen LAZISNU PWNU Aceh untuk terus menjadi garda terdepan dalam aksi sosial dan kemanusiaan di Tanah Rencong.


Dengan capaian Rp1,3 miliar dan berbagai program yang telah dijalankan, LAZISNU Aceh optimistis memperluas jangkauan manfaat sekaligus memperkuat kepercayaan publik dalam pengelolaan dana umat secara amanah dan transparan.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang